0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Banyak Petani Tak Paham Penggunaan Kartu Tani

Bupati Wonogiri Joko Sutopo saat berdialog dengan para distributor pupuk bersubsidi (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri —  Sejumlah permasalahan terkait penerapan mekanisme distribusi pupuk bersubsidi berbasis IT atau Kartu Tani mulai mengemuka. Program pemerintah pusat itu pun diklaim belum mampu berpihak kepada petani di Wonogiri. Lebih ironis lagi, dari ribuan petani penerima kartu tani, hampir separuh lebih belum paham akan kegunaan dan cara pemanfaatannya.

“Sebenarnya sejak awal kartu tani itu dilaunching saya sudah mengeluarkan statement yang berbeda, bahwa program ini belum tersosialisasi sampai tingkat bawah dengan baik. Karena apa, petani di Wonogiri ini masih tradisional dan berbagai SDM, ada petani yang sudah sepuh,” beber Bupati Wonogiri Joko Sutopo kepada wartawan, di Pendopo Rumdin Bupati Wonogiri, Selasa (7/11).

Program kartu tani yang dilaunching sejak 2016 tersebut, kata Bupati Joko,diperuntukkan bagi 147.199 petani di Kota Karst. Namun sampai saat ini baru terdistribusi 145.000 kartu.

“Bahkan dari data yang saya peroleh, jika diprosentase, dari 145 ribu kartu tani yang terdistribusi, faktanya petani yang sudah paham dan memanfaatkan teknologi ini baru sekitar 5 persen,” kata Bupati Joko Sutopo.

Bupati menyebut, saat ini stok pupuk bersubsidi aman. Bahkan, soal distribusi pupuk terbilang lancar. Namun justru persoalan krusial yang muncul adalah soal pemahaman dan penggunaan kartu tani.

Dengan adanya permasalahan yang muncul, imbuh Bupati akan dijadikan bahan evaluasi bersama. Menurut dia, solusisnya adalah perlu diadakan sosialisasi secara menyeluruh sampai tingkatan petani, bukan hanya di tingkatan Gapoktan saja. Dalam waktu dekat ini, pihaknya meminta agar dinas terkait dan bank yang ditunjuk untuk segera melakukan sosialisasi kepada petani dengan metode per distrik (kecamatan).

“Betapa sulitnya petani ini, punya kartu tani tapi ora iso nggo transaksi, maka dimana peran pemerintah? Maka persoalan ini menjadi tanggung jawab bersama,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge