0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kendaraan Berat bakal Dilarang Lewat Jembatan Mojo, Ini Alasannya

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Budi Yulistianto (dok.timlo.net/red)

Solo — Pemerintah Kota Solo akan melarang kendaraan berat melintas Jembatan Mojo. Jembatan yang menghubungkan wilayah Semanggi, Solo dengan Mojolaban, Sukoharjo itu diketahui mengalami penurunan kekuatan konstruksi setelah beroperasi selama lebih dari 32 tahun.

“Kita belum tahu bisa bertahan sampai berapa lama. Yang jelas tonase kendaraan yang lewat situ harus diturunkan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Budi Yulistianto, Senin (6/11).

Akhir bulan lalu, Pemkot sebenarnya sudah memperbaiki jembatan tersebut dengan memperkuat plat girder (besi yang membentang sepanjang jembatan). Jembatan yang merupakan jalur vital itu pun sempat ditutup 10 hari selama perbaikan. Namun agaknya perbaikan itu dirasa belum cukup.

“Laporan dari DPU (Dinas Pekerjaan Umum) katanya harus segera diperbaiki,” kata Sekda.

Perbaikan yang lalu dilakukan hanya dengan memperkuat plat girder. Saat itulah diketahui ada plat yang tidak bisa lagi diperbaiki sehingga harus diganti total. Pemkot pun akan segera mengusulkan anggaran perbaikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

“Kebijakan Pak Walikota, nanti kita usulkan kalau tidak lewat provinsi ya dari pusat,” jelasnya.

Pemkot sebenarnya sudah menyediakan anggaran untuk perbaikan dan pemeliharaan jembatan termasuk Jembatan Mojo. Namun melihat Jembatan Mojo saat ini, biaya pemeliharaan tersebut tidak akan cukup untuk mengembalikan kondisinya seperti semula.

“Dari APBD kita (Pemkot Solo) hanya untuk pemeliharaan saja. Hanya untuk memperpanjang umur,” tambahnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge