0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Fakta ES Jomblo yang Viral di Sosmed

Dapat resep dari sang kakek, Pemilik Es Jomblo kewalahan layani pembeli tiap harinya (timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Ide kreatif seorang pedagang es buah asal Desa Bakalan, Kecamatan Polokarto ini terbukti ampuh memikat perhatian para konsumen. Dalam tempo 2,5 jam dagangan es buah yang berada di Taman paku Joyo, Kelurahan Gayam, Sukoharjo ini habis diserbu pembeli yang sampai rela ngantri.

“Ini adalah Es buah yang saya namai Es Jomblo karena nama ini yang lagi ngetren di kalangan remaja dan masyarakat. Apalagi sejak awal buka lima bulan lalu sampai sekarang, saya juga masih jomblo dan saat minum es ini meskipun sendiri tetap terasa nikmat,” kata pejual Es Jomblo, Muhammad Fajar, Minggu (5/11).

Es Jomblo adalah buah segar yang dikombinasikan dengan susu, gula dan es yang oleh penjualnya dijamin asli tanpa bahan pengawet. Setiap harinya, lapak Es Jomblo ini buka di samping Taman Pakujoyo, Kelurahan Gayam, Sukoharjo dan dalam waktu 2,5 jam sembilan boks ukuran lima liter sudah ludes diserbu pembeli.

Es Jomblo inipun dalam waktu singkat viral di medsos warganet Sukoharjo, sehingga banyak yang penasaran untuk sekedar mencicipi rasanya. Kondisi ini mengakibatkan antrian semakin panjang dan tidak sedikit warga yang harus kecewa karena tidak kebagian, meskipun sudah ikut mengantri.

“Sebenarnya es ini sama dengan es pada umumnya, hanya saja ada resep dari kakek saya yang membuat es buah ini rasanya istimewa. Saya menggunakan buah durian, sirsak, melon, nangka, buah naga, mangga dan alpukat dan menghabiskan 2,5 karton susu kental manis setiap harinya,” tandasnya.

Sementara itu salah satu konsumen es buah yang lagi hits di Sukoharjo ini mengaku awalnya penasaran karena melihat di sosmed. Dan setelah mencicipi sendiri, diakuinya esnya beda dan rasa buahnya asli serta segar. Sehingga menjadikan dirinya ketagihan dan selalu menyempatkan untuk membeli es buah jomblo ini.

“Esnya enak dan rasanya beda, dan yang pasti sensasinya adalah antrian panjangnya saat beli, kadang telat sebentar saja sudah tidak kebagian. Kalau harganya relatif sebanding dengan rasanya, dengan harga Rp 7.000 saya rasa cukup murah, karena selain enak juga piorsinya besar,” tandas salah seorang pembeli, Kartika.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge