0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jika Diproduksi Massal, Ini Model Bisnis Kendaraan Pedesaan

Sukiyat, pemilik bengkel Kiat Motor, memamerkan prototipe kendaraan Mahesa jenis double cabin (timlo.net/a wijaya)

Klaten — Selain menyiapkan uji kelaikan kendaraan, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto meminta perencanaan bisnis Moda Angkutan Hemat Pedesaan atau Mahesa Nusantara dipikirkan matang. Salah satunya lewat konsorsium.

“Teknisnya monggo. Jadi dengan IOI (Insitut Otomotif Indonesia) dan yang akan mendudukan wadahnya dalam konsorsium kendaraan pedesaan,” ujar Menperin Airlangga saat mengunjungi bengkel Kiat Motor Klaten, kemarin.

Menurut dia, pembentukan konsorsium merupakan bagian dari percepatan pengembangan prototipe. Sebelum diproduksi massal, Airlangga berpesan kepada inisiator Mahesa, Sukiyat, dan Presiden IOI, I Made Tangkas, agar segera menyiapkan model bisnis, termasuk rantai pasok infrastruktur.

“Tentunya dengan opsi- opsi supply chain-nya agar kendaraan ini harganya bisa terjangkau kepada masyarakat. Nanti kami diberi perhitungannya, berapa minimal produksi, berapa investasinya, kira-kira harganya berapa,” ujar Airlangga.

Presiden IOI, I Made Tangkas mengatakan, konsorsium pengelola kendaraan Mahesa tersebut nantinya akan terdiri dari berbagai komponen anak bangsa. Hal ini sesuai keinginan pemerintah untuk memberikan regulasi bahwa kendaraan pedesaan itu dikembangkan untuk industri nasional dan harus dibuat di Indonesia.

“Secara nasional konsorsium. Bisa koperasi, yayasan, perorangan, kami libatkan untuk produksi kendaraan ini. Dan kami berharap secara total jelas pengaturannya, termasuk juga bagaimana prinsip dari konsorsium ini kemudian menggandeng putra putri Indonesia untuk melanjutkan desain yang sudah dibuat oleh IOI,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge