0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Syarat Disney Untuk Tayangkan “Star Wars: The Last Jedi” Dianggap Berat

Star Wars Episode VIII: The Last Jedi. (Dok: Timlo.net/ BBC. )

Timlo.net—Minat masyarakat untuk menonton “Star Wars Episode VIII: The Last Jedi” di Amerika cukup tinggi. Saking tingginya, penjualan tiket di situs penjualan tiket bioskop online Fandango mengalami penundaan. Disney rupanya tahu hal ini. Menurut The Wall Street Journal perusahaan itu berusaha memanfaatkan momen ini dan mengajukan syarat yang berat untuk bioskop-bioskop yang ingin menayangkan film itu di Amerika Serikat (AS).

Dalam perjanjian, Disney menulis jika mereka ingin menerima 65 persen dari penjualan tiket film itu. Angka ini dianggap lebih tinggi. Biasanya studio film meminta bagian 40 persen penjualan tiket untuk bioskop di luar negeri. Untuk bioskop di AS, bagian studio film sekitar 55 persen. Dan 60 persen untuk penjualan tiket film-film populer. Seorang pemilik bioskop yang tidak disebutkan namanya berkata jika syarat Disney itu adalah syarat paling berat yang pernah dia terima, lansir The ArsTechnica dari The Wall Street Journal.

Untuk jaringan bioskop yang menerima syarat itu, Disney mewajibkan “The Last Jedi” ditayangkan di studio terbesar di bioskop selama paling tidak empat minggu. Film yang ditayangkan harus disertai watermark dengan logo berbeda untuk mencegah pembajakan. Segala jenis pemasaran harus dihentikan hingga Disney memberikan izin.

Media itu juga mengungkap denda jika bioskop melanggar syarat Disney. “Jika sebuah bioskop melanggar syarat persetujuan distribusi, Disney bisa meminta tambahan 5 persen,” tulis The Wall Street Journal. Hal ini berarti potongan Disney dari tiket penjualan bisa mencapai 70 persen.

Situs SlashFilm menyatakan jika Disney juga mengajukan syarat yang sama untuk film-film “Star Wars” sebelumnya. Studio itu meminta 64% dari penjualan tiket dan penayangan di ruangan terbesar bioskop selama dua minggu. Untuk beberapa pihak, syarat ini dianggap sebagai langkah Disney melakukan kontrol kualitas. Film “Star Wars” dimaksudkan untuk ditonton di layar besar. Tapi untuk pihak lain, hal ini dianggap sebagai cara Disney menghasilkan lebih banyak uang. Karena syarat berat ini, SlashFilm menyatakan beberapa bioskop kecil memilih tidak menayangkan film itu. Jadi kota kecil di AS yang memiliki bioskop kecil mungkin tidak akan menayangkan film itu.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge