0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Sosok Ilham Syahputra, WNI Terduga Militan ISIS

Militan Indonesia ditangkap di Marawi. ©Youtube (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Warga Sumatera Utara, Muhammad Ilham Syahputra (23) dikabarkan diamankan militer Filipina di Kota Marawi, Rabu pagi waktu setempat. Ilham yang diduga militan ISIS tersebut ditangkap aparat keamanan, sehari setelah seorang militan ditembak mati.

“Militan tersebut mengidentifikasi dirinya sebagai Muhammad Ilham Shaputra, 23 tahun, dari Kota Medan di Sumatera Utara,” kata kepala polisi Provinsi Lanao del Sur, John Guyguyon.

Ilham ditangkap ketika akan kabur lewat sebuah danau. Dari hasil penggeledahan, Ilham membawa ponsel, pistol kaliber 45, granat fragmentasi, uang rupiah, peso Filipina serta beberapa riyal.

Kedatangan Ilham di Filipina diduga bersamaan dengan sejumlah militan asak Indonesia di awal November 2016 atas undangan Isnilon Hapilon, emir ISIS di Asia Tenggara yang terbunuh di Marawi bulan lalu.

Pemerintah Indonesia belum dapat memastikan kabar penangkapan Ilham. Jakarta hingga kini masih berkoordinasi dengan Manila untuk memastikan kabar tersebut.

“KJRI Davao dan KBRI Manila awalnya mendengar berita ini dari media. Kemudian mereka mencoba konfirmasi ke berbagai lini agar bisa diberi notifikasi konsuler, tetapi hingga kini pemerintah Filipina belum memberi informasi resmi,” kata juru bicara Kemenlu Arrmanatha Nassir, Jakarta, Kamis (2/11).

Tata menuturkan, selain belum menerima konfirmasi, pihak Kemenlu pun menilai informasi informal yang diberikan otoritas Filipina di lapangan masih rancu.

Sebab, sebelum berita penangkapan ini beredar, pihak otoritas pernah mengumumkan penemuan paspor WNI atas nama Muhammad Ilham Shaputra dalam sebuah operasi penyerangan. Pemilik paspor itu dikabarkan sudah tewas.

Namun berdasarkan berita yang beredar saat ini, WNI yang ditangkap memiliki nama yang sama dengan pemilik paspor tersebut.

“Sebagai informasi, nama WNI yang ditangkap otoritas sekarang sama dengan nama WNI yang paspornya ditemukan pada bulan April lalu. Pihak Filipina saat itu menyampaikan bahwa WNI diduga telah tewas dalam operasi pasukan keamanan,” tuturnya.

“Namun perwakilan Indonesia sudah mencari jenazah yang bersangkutan namun tidak ditemukan. KBRI dan KJRI juga sudah meminta paspor WNI untuk diteliti keotentikannya, namun pihak Filipina enggan memberikannya,” tambahnya.

Keluarga Ilham diketahui tinggal di kawasan Jalan Sidomulyo, Gang Elang, Sei Rotan, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumut.

Kepala Desa Sei Rotan, Suwandi, mengakui jika Ilham adalah warganya. “Iya dia penduduk Desa Sei Rotan. Dia kurang lebih berdomisili di desa ini tujuh tahun yang lalu,” katanya, Kamis (2/11).

Sepengetahuan Suwandi, Ilham berangkat ke Malaysia. Menurutnya, pemuda itu terakhir pulang sekitar 2 tahun lalu.

“Terakhir saya ketemu dia waktu emaknya meninggal dunia. Kurang lebih dua jam lah ketemu saya di situ, saya enggak sempat berkomunikasi, hanya melihat saja kalau itu anaknya, laki-laki yang baru pulang dari Malaysia,” jelas Suwandi.

Suwandi mengaku pernah bertanya kepada kakak Ilham mengenai keberadaan adiknya. “Katanya dia sudah putus komunikasi, tapi dia enggak di Malaysia lagi. Kakaknya itu enggak tahu kalau dia itu di mana,” sebut Suwandi. [cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge