0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Puncak Yaqowiyu, Lautan Manusia Berebut Lima Ton Apem

Puncak tradisi sebaran apem Yaqowiyu di Oro Oro Tarwiyah, kompleks makam Ki Ageng Gribig, Jatinom (timlo.net/a wijaya)

Klaten — Panas terik matahari tak menyurutkan antusiasme ribuan orang mengikuti puncak tradisi sebaran apem Yaqowiyu di Oro Oro Tarwiyah, kompleks makam Ki Ageng Gribig, Jatinom, Jumat (3/11). Istimewanya, tradisi tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Budaya ini (Yaqowiyu) luhur dan mengandung sarat makna persatuan bangsa dan negara. Meski saling berebut (apem), masyarakat di sini tetap saling menjaga satu sama lain,” kata Menperin Airlangga Hartarto, Jumat (3/11).

Tradisi untuk mengenang tokoh penyebar agama Islam zaman Mataram, yakni Ki Ageng Gribig, ini digelar tiap tahun di bulan Sapar dalam penanggalan Jawa atau dikenal dengan Saparan. Perayaan diselenggarakan oleh Pengelola Pelestari Peninggalan Kyai Ageng Gribig bersama masyarakat Jatinom.

Dari pantauan, sebaran apem dimulai dengan arak-arakan dua gunungan apem dari Masjid Besar Ki Ageng Gribig menuju panggung Oro Oro Tarwiyah untuk didoakan oleh ulama setempat yang berperan sebagai paraga Ki Ageng Gribig.

Begitu doa rampung dipanjatkan, Menperin Airlangga, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Plt Bupati Klaten Sri Mulyani bersama jajaran Muspida secara bergiliran melemparkan lima ton apem ke lautan manusia. Alhasil, tak sedikit warga membawa jaring maupun payung dibalik untuk mendapatkan kue apem tersebut.

“Lumayan, dapat enam apem Mas. Senang saja ramai- ramai tiap tahun ke sini ikut berebut apem. Nantinya mau dimakan bersama teman- teman,” kata Purnama (28) warga Cawas.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge