0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penyakit Jantung Pria Ini Sembuh Gara-Gara Moge

Sri Yanto (Godo) memamerkan kuda besi koleksinya, HD Haritage Softail 1600 cc (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Bagi warga Dungsono RT2/RW5 Desa Wonokerto, Kecamatan Wonogiri Kota bernama Sri Yanto Godo, motor gede (Moge) Harley Davidson (HD) tak hanya sebagai istri kedua, melainkan obat penyakit yang diderita. Bahkan dengan Moge, ia pun dipercaya sebagai mitra kepolisian dalam kampanye pelopor keselamatan berlalu lintas.

“Kalau soal hobi Moge itu sudah 17 tahun lalu, sejak saya masih duduk di bangku SMK. Awalnya saya hanya punya Binter Merzy 200 cc. Lalu setahun lalu saya beli HD Haritage Softail, itu pun karena saya divonis dokter mengidap gangguan jantung,” beber Sri Yanto Godo yang menjadi Ketua Chapter FKPM MBI Wonogiri, kepada Timlo.net,  di rumahnya, Kamis (2/11).

Disampaikan,awal mula dirinya mengoleksi kuda besi asal Amerika itu, lantaran dorongan kuat sahabatnya. Dimana, setahun lalu ia berobat kesana kemari tak kunjung sembuh-sembuh, ketika mengalami gangguan jantung. Tak hanya dokter di spesialis dalam di Wonogiri saja yang pernah didatangi, namun hingga beberapa kota dan rumah sakit besar di Jateng dan Jabar.

“Saudara saya itu bilang, Mas kesenenganmu kui opo (hobimu itu apa —Red), lalu saya jawab ya Moge, yo wis gek tukuo mengko mesti mari penyakitmu (ya sudah sana beli, nanti hilang penyakitmu akan sembuh) dan ternyata benar, setelah saya beli Moge, sampai saat ini tidak ada gelaja atau keluhan lagi, Mas,” kilahnya.

Masih lanjut Sri Yanto, di dalam FKPM MBI itu, kesan sangar dan arogan pengendara Moge ditepis mentah-mentah. Bahkan dengan suara dentuman mesin menggelegar, tak hanya pecinta Moge, namun semua kalangan bikers di Surakarta diajak menjadi pelopor keselamatan berlalulintas sekaligus peka terhadap sesama.

“Memang kegiatan kami tak lepas dari kesan borju, arogan, tapi itu sama sekali tidak benar. Justru selama ini merapat kepada aparat kepolisian. Dimana kita membawa misi sebagai pelopor keselamatan berlalulintas. Tapi kita juga membawa sedikit donasi bagi warga miskin, kaum duafa, yatim piatu dengan bakti sosial. Tak kalah pentingnya, misi kita adalah memerangi Narkoba,” beber Wakil Ketua FKPM Surakarta ini.

Pemilik toko material ini juga mengatakan, sejak setahun lalu kecanduan di dunia Moge. Tak hanya satu Moge koleksinya, belum lama ini juga membeli HD jenis lain, meski second namun ia rela merogoh kocek ratusan juta rupiah untuk melengkapi koleksinya.

Menurut dia, MBI Wonogiri beranggotakan 10 orang, sedangkan untuk Surakarta ada sekitar 500 orang. Rata-rata Moge yang  berkapasitas silender antara 1600 cc hingga 2500 cc. Namun demikian, dalam FKPM MBI tak hanya melulu berisikan pecinta Moge saja. Seperti di Wonogiri ada 38 klub atau sekitar 800 bikers dirangkul dalam wadah ini. Mereka pun diajak bersinergi dalam satu misi dengan gerakan FKPM MBI.

“Sebagai penasehat dan pelindung FKPM adalah Pak Kapolres dan Pak Kajari Wonogiri, karena kedua beliau ini maniak Moge juga. Tak heran di kalangan komunitas Moge di Jateng, Wonogiri bikin ngiri,” bebernya.

Ditambahkan, kegiatan bakti sosial tdak terbatas di wilayah Wonogiri saja namun juga menyasar kabupaten tetangga. Dimana beberapa waktu lalu, bersama donatur lainnya memberikan Sembako bagi anak yatim dan Supeltas dan membawa program bedah rumah tak layak huni.

“Kalau untuk anak yatim piatu, kaum duafa, kita bantu Sembako, peralatan sekolah. Untuk Supeltas kita santuni Sembako dan uang sabun, tapi kegiatan ini kita lakukan tiga bulan sekali. Oh iya, beberapa bulan lalu, kita juga pernah bedah rumah 200 KK miskin di Kabupaten Sukoharjo. Dan di Wonogiri juga ada bedah rumah tapi itu dari pribadi saya sendiri,” tandasnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge