0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Proyek Irigasi Lambat, Ratusan Petani Mengeluh

Pembangunan Bendung Winong, Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Sragen. (foto: Agung Widodo)

Sragen – Ratusan petani di Kecamatan Gondang, Sragen, mengeluhkan lambatnya pembangunan jaringan irigasi Bendung Winong di DesaTunggul, Gondang. Akibat keterlambatan itu, sekitar 500 hektare sawah di Gondang tidak mendapat pasokan air.

“Karena lambatnya prmbangunan bendung, hingga kini 500 hektare lahan di empat desa belum bisa memulai tanam. Ini kan saatnya musim tanam,” kata Kepala Desa Tunggul, Suntoro, Rabu (1/11).

Di sela-sela pengecekan pembangunan irigasi Bendung Winong di Desa Tunggul, Suntoro mengungkapkan, ada empat desa, yaitu Tunggul, Glonggong, Gondang dan Toyogo yang pasokan airnya menggantungkan dari Bendung Winong.

Suntoro sangat menyayangkan lemotnya pembangunan tersebut. Padahal kalau dilihat bahan material cukup, hanya saja tenaga untuk pengerjaannya memang minim sekali.

foto: Agung Widodo

“Bisa dilihat sendiri, sangat lambat. Kalau material sepertinya ada tapi pekerjanya yang kurang. Kemarin ada cor di molen tapi warga disuruh lembur pada nggak mau karena bayarannya gak sesuai, ” terang Suntoro.

Proyek itu sendiri di bawah Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen dengan biaya APBN 2017 senilai Rp 1,777 miliar. Sebagai kontraktor adalah CV Margo Asri yang hingga kini sudah 2,5 bulan dikerjakan.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge