0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polisi Masih Kesulitan Mencari Pelaku Penyiram Novel

Kabareskrim Polri, Komjen Pol Ari Doni Sukamto (merdeka.com)

Timlo.net – Polisi masih kesulitan mencari siapa pelaku penyiram air keras terhadap Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Senin (30/10) kemarin, tepat 200 hari peristiwa itu terjadi.

“Jadi itulah yang saya sampaikan, kalau model kasus-kasus hit and run ini memang relatif sulit, dalam artian kita tidak bisa, bisa saja ini baru berapa bulan. Ada yang sudah empat tahun baru ketangkap dia, pelakunya,” kata Kabareskrim Polri, Komjen Pol Ari Doni Sukamto di Jakarta Pusat, Rabu (1/11).

Lebih lanjut, Ari Dono mengaku, polisi sudah memeriksa puluhan saksi. Namun, hal itu tak menghasilkan apa-apa karena dari puluhan saksi itu belum bisa menunjukkan ke arah pelaku penyiraman.

“Sekian puluh saksi yang sudah dimintai keterangan tetapi belum bisa menunjukkan satu peristiwa itu sehingga jalannya seperti ini, sehingga siapa yang kita harus mintai pertanggungjawaban, jadi sementara saksi-saksi ini, setiap ada informasi pasti kita kejar,” ujarnya.

Ari Dono menambahkan Polri sudah beberapa kali menyambangi KPK untuk melakukan koordinasi terkait kasus penyiraman air keras terhadap Novel. Itu dilakukan karena pihaknya tak ingin ada segala sesuatu hal yang ditutup-tutupi.

“Bukan KPK, kita sudah yang datang ke KPK, untuk supaya sama-sama karena di sana ada penyidik kita juga artinya sama-sama yuk, supaya enggak ada kesan kita tutup-tutupi kan begitu ya, itu sudah,” ucapnya.

Jendral bintang tiga itu pun mengklaim bersama dengan Kapolri Jendral Tito Karnavian sudah lebih dari satu kali ke KPK untuk melakukan presentasi tentang update perkembangan penyiram air keras tersebut.

“Saya dengan Kapolri sudah dua kali ke sana presentasi mungkin ketiga kali. Kalau penyidik sering menyampaikan perkembangan informasi terkait dengan kegiatan penyelidikan-penyelidikan yang dilakukan dalam kasus ini, untuk saya sendiri sudah dua kali ke sana dengan Kapolri dengan tim untuk kita mengajak sama-sama menyampaikan informasi perkembangannya seperti apa, mengajak sama-sama untuk bisa mengungkap peristiwa ini,” tandasnya.

[eko]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge