0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Realisasi Pajak Daerah Triwulan Ketiga Lampaui Target

Kepala DPPKAD Solo, Yosca Herman Sudrajad (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Penerimaan Pemerintah Kota Solo dari pos Pajak Daerah sudah mencapai 79,43 persen. Perolehan tersebut melampaui target triwulan ketiga yaitu 75 persen. Berdasarkan laporan Dinas Pendapatan Pengelolaan keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Solo, Setoran Pajak Daerah sudah mencapai lebih dar Rp 211 miliar dari target tahun ini Rp 265,6 miliar.

“Ini sudah melebihi harapan kami karena target di triwulan ketiga cuma 75 persen. Ini sudah hampir 80 persen,” kata Kepala DPPKAD Solo, Yosca Herman Sudrajad, Rabu (1/11).

Tingginya perolehan pajak hingga triwulan ketiga 2017 ini cukup menggembirakan bagi Pemkot. Pasalnya, dalam komposisi PAD Solo, pajak daerah menempati posisi teratas dengan porsi mencapai 86,57 persen. Selebihnya, PAD diisi dari retribusi, penjualan aset, berbagai macam denda, serta sumber pendapatan lain-lain yang sah..

“Memang Pajak dan Retribusi ini masih menjadi andalan Pemkot dalam hal PAD,” kata dia.

Pajak Daerah sendiri terbagi menjadi sepuluh macam pajak yaitu Pajak Hotel, Restoran, Hiburan, Reklame, Penerangan Jalan, Parkir, Air Bawah Tanah, Sarang Burung Walet, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Dari sepuluh macam pajak tersebut, realisasi PBB tergolong tinggi dengan angka mencapai 90,91 persen. Target pendapatan dari PBB pun merupakan yang tertinggi dari pajak-pajak lain yaitu Rp 59 miliar.

“Paling besar porsinya sebenarnya BPHTB,” kata dia.

Sayangnya, realisasi perolehan BPHTB justru termasuk yang terendah. Dengan angka realisasi 71 persen, BPHTB belum mencapai target triwulan ketiga yaitu 75 persen. Yosca menerangkan hal ini wajar. Pasalnya, angka BPHTB sangat tergantung kepada nilai transaksi jual-beli tanah dan bangunan di Solo yang cenderung fluktuatif dan sulit diprediksi.

“Beda dengan PBB, hotel, restoran, ataupun pajak-pajak lain yang bisa diprediksi dengan relatif akurat,” terangnya.

Ia berharap dalam sisa waktu yang tersedia hingga akhi 2017 nanti, setoran pajak daerah bisa melampaui target yang dipatok sebesar Rp 265,6 miliar. Dalam waktu tiga bulan terakhir, DPPKA akan terus mengejar kekurangan sekitar 20 persen dari target yang ditetapkan.

“Sekarang kan sudah hampi 80 persen. Tinggal memenuhi yang 20 persen. Harapan kami tidak cuma mencapai target. Kalau bisa melampaui,” kata dia.

 

Keterangan

Target

Realisasi

Persen dari Target

Pendapatan Pajak Daerah

Rp 265,635,763,878

Rp 211,005,889,712

79.43%

Pajak Hotel

Rp 25,518,356,598

Rp 20,368,041,973

79.82%

Pajak Restoran

Rp 32,014,407,280

Rp 26,841,079,337

83.84%

Pajak Hiburan

Rp 11,500,000,000

Rp 8,945,845,113

77.79%

Pajak Reklame

Rp 8,500,000,000

Rp 5,366,028,550

63.13%

Pajakpenerangan Jalan

Rp 53,900,000,000

Rp 41,642,137,477

77.26%

Pajak Parkir

Rp 4,000,000,000

Rp 3,293,957,325

82.35%

Pajak Air Bawah Tanah

Rp 1,200,000,000

Rp 929,661,558

77.47%

Pajak Sarang Burung Walet

Rp 3,000,000

Rp 2,860,250

95.34%

Pajak Bumi Dan Bangunan

Rp 59,000,000,000

Rp 53,638,944,729

90.91%

Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan

Rp 70,000,000,000

Rp 49,977,233,400

71.40%

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge