0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polisi Sosialisasi Bahaya Zat Merkuri, Pekerja Tambang Malah Lari

Jajaran Polsek Selogiri meninjau lokasi tambang emas tradisional (dok.timlo.net/ist)
Wonogiri — Tambang emas tradisional di Desa Jendi dan Kaloran, Kecamatan Selogiri, Wonogiri menjadi perhatian jajaran kepolisian setempat. Dua kali dalam sebulan, polisi turun ke lokasi melakukan sosialisi terkait bahaya penggunaan zat merkuri. Namun kedatangan mereka itu justru membuat ketakutan para pekerja tambang yang selama ini belum mengantongi ijin.
“Kita mendatangi warga memberikan sosialisasi dampak buruk penggunaan zat merkuri. Kami juga berupaya menyadarkan mereka dengan cara menempelkan poster Kamtibmas di setiap sudut desa,” beber Kapolsek Selogiri AKP Sentot Ambar Wibowo mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Mohammad Tora, Selasa (31/10).
Kapolsek menyebut, kebanyakan para pekerja tambang yang sebagian besar berasal dari daerah Jabar seringkali terlihat terkejut melihat kedatangan anggota. Bahkan para pekerja tambang itu kerap lari terbirit-birit dan bersembunyi.
“Sebenarnya niat kita itu memberikan sosialisasi. Tapi saat kita lakukan razia, kita tidak menemukan zat Merkuri di lokasi tambang,” terang Kapolsek.
Selain itu, beber Kapolsek, pihaknya juga memberikan pengertian mengenai pelanggaran hukum penambangan liar atau tanpa ijin, yang pelakunya bisa dijerat dengan UU RI No.4 Th 2009 tentang Minerba dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.
“Kami juga menemui beberapa tokoh masyarakat di Desa Jendi dan Kaloran dengan harapan para tokoh masyarakat dapat membantu mensosialisasikan kepada warga mengenai dampak penambangan liar serta bahaya zat merkuri bagi kesehatan dan lingkungan,” katanya.
Menurut dia, sosialisasi ini sesuai perintah langsung dari Kapolri untuk mendukung program pemerintah yaitu Indonesia bebas merkuri tahun 2018. Dimana pihaknya mengedepankan fungsi Bhabinkamtibmas untuk pencegahan dan deteksi dini, didukung dengan kegiatan penegakan hukum.
“Kami berharap kepada pemerintah agar para warga, khususnya Selogiri, untuk dipermudah pengurusan ijin pertambangan dan pelatihan penggunaan sodium sianida, sebagai pengganti zat Merkuri yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, kami juga ingin agar pekerja tambang ini lebih berhati-hati, karena selama ini dalam pekerja mereka tidak dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang standar,” tandasnya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge