0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tak Berijin, Walikota Solo Minta Jembatan Sesek Ditutup

Jembatan sesek yang hanyut diterjang arus Bengawan Solo, Minggu (29/10) pagi (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Setelah sempat mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan jembatan bambu (sesek)sebagai jalur alternatif jembatan Mojo selama penutupan, Pemerintah Kota Solo kini justru meminta agar jembatan itu ditutup. Hal ini disampaikan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo saat dikonfirmasi mengenai jembatan sesek yang hanyut diterjang arus Bengawan Solo, Minggu (29/10) kemarin.

“Seharusnya (jembatan sesek) ditutup. Itu kan jelas tidak berizin,” kata Walikota  FX Hadi Rudyatmo saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/10).

Ia menegaskan, pembangunan jembatan harus dilengkapi izin dari pihak yang berwenang. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2011 pasal 57, pemanfaatan bantaran dan sempadan sungai, termasuk pembuatan jembatan, harus mendapat izin. Mengingat jembatan sesek yang ada di Beton, Kelurahan Sewu dan Ngepung, Kelurahan Sangkrah menghubungkan dua kota/kabupaten, izin seharusnya diterbitkan oleh Gubernur.

“Itu pun harus koordinasi dengan BBWSBS (Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo),” kata Walikota.

Ia mengimbau masyarakat agar bersabar memutar lewat Jembatan Jurug atau Bacem selama perbaikan Jembatan Mojo. Meski membutuhkan waktu lebih, hal itu dirasa lebih aman daripada nekat melewati jembatan bambu.

“Ngalahi sebentar. Berkorban waktu sedikit. Kalau biasanya perjalanan setengah jam, sekarang jadi satu jam. Toh cuma sebentar. Warga bisa kembali lewat jembatan mojo setelah perbaikan selesai Senin (6/11) mendatang,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Solo Hari Prihatno mengimbau masyarakat agar tidak melintas jembatan bambu untuk menyeberang sungai Bengawan Solo. Jembatan yang dikenal warga dengan sebutan jembatan sesek itu dinilai tidak layak dari segi keamanan.

“Sebenarnya yang berwenang menentukan itu layak atau tidak kan DPU-PR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) yang mengurus masalah jembatan. Tapi kalau menurut saya kok tidak layak,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge