0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bothok Mercon Mbah Wiro, Bikin Lidah Seperti Dibakar

Mbah Wiro sedang mengolah bothok patin (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Bagi sebagian masyarakat Sragen, terutama yang hobi berburu kuliner, nama “bothok mercon” mungkin sudah tidak asing lagi. Warung yang berlokasi di Jalan Gabugan – Sragen, tepatnya Dukuh Nglombo, Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo ini, setiap hari dikunjungi banyak orang.

Bothok mercon terkenal dengan ciri kas ikan patin yang menjadi bahan baku utama pembuatan bothok. Nama mercon sendiri sering dikaitkan karena rasanya yang teramat pedas dan bikin lidah seperti terbakar. Begitu kira-kira.

Warung bothok mercon milik Mbah Wiro tersebut telah buka sejak tahun 80-an dan hingga saat ini telah mempunyai banyak pelanggan. Mereka tidak hanya warga Sragen, tapi juga warga Solo dan sekitarnya tak jarang menyempatkan mampir bila kebetulan lewat di Jalan Gabugan – Sragen tersebut.

Kendati sudah berusia lanjut, namun Mbah Wiro mengerjakan sendiri untuk membungkusi bothok mercon yang terbuat dari ikan patin dan ayam tersebut. Setelah dibungkus daun pisang ikan patin tersebut kemudian dimasukkan dalam dandang berukuran besar dan dikukus.

Salah satu anak Mbah Wiro, Mujiono (42) menuturkan, warungnya setiap hari dikunjungi puluhan orang setiap harinya, bahkan pada momen tertentu seperti lebaran pengunjungnya bisa mencapai ratusan.

“Saya membantu orangtua yang sudah berusia lanjut, karena tidak mungkin jika ibu harus turun tangan sendiri melayani ratusan pembeli,“ kata Mujiono belum lama ini.

Selain membuka di warung, pihaknya juga melayani pesanan untuk berbagai acara. Dia berhara ke depan bothok mercon milik ibunya tersrbut nisa semakin maju dan dikenal masyarakat lebih luas lagi.

“Semoga bisa dikebal lagi di luar Sragen. Kalau  kemarin-kemarin yang sudah sering mampir sini kebanyakan seperti wisatawan asal Jakarta, Semarang, Purwodadi,“ terangnya.

Warung bothok mercon Mbah Wiro ini setiap harinya mampu menghabiskan sedikitnya 60 Kg ikan patin dan 15 Kg daging ayam. Harga satu porsi dengan nasi dan teh manis hanya Rp 15.000. Namum jika pembeli hanya membeli botok harganya cuma Rp 8000, baik bothok ayam maupun ikan patin.

Mbah Wiro sedang mengolah bothok patin (timlo.net/agung widodo)

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge