0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petani Waduk Kedung Ombo Tanam Padi Lebih Dini

Petani di wilayah Waduk Kedung Ombo, Kemusu, mulai menanam padi meski hujan belum merata (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Kalangan petani di Waduk Kedung Ombo (WKO), Kemusu, Boyolali mulai menanam padi lebih dini. Langkah ini dilakukan agar bisa panen lebih awal saat memasuki musim penghujan. Lahan pertanian di wilayah Kemusu lebih banyak menggunakan lahan tadah hujan.

“Nanti pas hujan sudah merata, bisa panen, setelah itu mulai ditanam palawija,” kata Kades Kemusu, Mardiyono, Jumat (27/10).

Diakui, petani di wilayah Kemusu mempunyai kebiasaan tanam lebih dini. Pasalnya, usai panen padi, mereka akan langsung tanam palawija. Seperti jagung, kacang dan kedelai.

Sementara itu, sejumlah petani saat ini mulai mengarap lahan dengan menggunakan traktor. Sebagian lagi bahkan sudah mulai menebar benih. Salah satu petani, Tomo (64), mengaku benih yang telah ditebar di awal musim penghujan sudah mulai bertunas.

“Hujannya belum merata, tapi benih sudah mulai tumbuh,” imbuhnya.

Beda lagi dengan petani yang bertanam di lahan pasang surut WKO juga sudah memulai menanam padi. Mereka biasanya lebih awal menanam, karena khawatir lahan pasang surut akan terendam banjir. Bila air waduk meningkat akibat tingginya intensitas hujan, tanaman padi dilahan pasang surut akan terendam. Akibatnya, petani gagal panen.

“Ini saat yang bagus untuk tanam, mumpung hujan belum merata,” tandas Sumari, petani lahan pasang surut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge