0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sujiwo Tejo: Jangan Berhalakan Kata-Kata

Sujiwo Tejo saat menyampaikan materi (timlo.net/eko prasetyo)

Solo – Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Seminar bertajuk Literasi Sastra sebagai Pelita Generasi Emas Indonesia, di Auditorium UNS, Kampus Kentingan, Solo, Senin (23/10). Diantaranya menghadirkan seniman Sujiwo Tejo, Gunawan Tri Atmojo dan Rohmadi

“Bermain kata-kata itu penting, tetapi jangan memberhalakan kata-kata. Termasuk dalam memahami teks,” tandas Sujiwo Tejo.

Sujiwo mengaku sempat memberhalakan kata-kata, tetapi kata-kata harus dipahami dalam konteks secara keseluruhan, ketika membaca teks harus dibangkitkan dari diri sendiri.

Seniman yang terkenal dengan gaya khasnya, mencontohkan dirinya menilai dan menganggap Al Qur’an sebagai Musik, sehingga dapat merasakan isinya. Hal inipun dapat dilakukan dalam membaca teks sastra.

“Ketika kita membaca yang sampai kesini jangan cuma teks, tetapi nilai religi itu bisa dibangkitkan oleh diri sendiri, karena tiap orang punya nilai religi sendiri, entah dari leluhurnya, entah dari musik-musik yang ia dengar, sehingga nempelnya kesini sama artinya, sama, kalo aku baca Alquran. Bukan berarti aku nggak beres, tetapi aku seneng Al Qur’an sebagai musik, musikal banget, maksudnya demikian juga dalam membaca teks,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Rohmadi yang menyampaikan materi materinya melalui teleconfrerence dari Jakarta mengemukakan, kalau kita suka membaca berarti kita membuka kita cakrawala dunia.

“Menyitir kata-kata Pramudya Ananta Toer, kalau kita ingin dikenal maka menulislah. Kalau ingin mengenal dunia maka membacalah,” ujarnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge