0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPRD Solo: Wacana Museum Batik Terlalu Prematur

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Solo, Supriyanto (dok.timlo.net/red)

Solo — Wacana pemanfaatan rumah Mantan Kakorlantas, Irjen Djoko Susilo yang akan digunakan sebagai Museum Batik dinilai kalangan legislatif terlalu prematur. Pasalnya, anggaran tahun 2018 masih belum siap mengalokasikan dana untuk merealisasi wacana tersebut.

“Dari sisi anggaran belum siap. Apalagi, jika memang terealisasi pasti membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Tentu saja akan membebani anggaran APBD Kota Solo,” terang Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Solo, Supriyanto, Senin (23/10) siang.

Supri mengaku, tidak menutup kemungkinan mengubah APBD 2018 yang saat ini masih dalam tahap pembahasan. Akan tetapi, perubahan anggaran tersebut berskala kecil dan untuk kepentingan yang sifatnya mendesak. Disisi lain, masih banyak dinas Pemkot Solo yang belum memiliki kantor khusus. Selain itu, kondisinya ada yang memprihatinkan.

“Seperti Dinkop UMKM, Dinas Kebudayaan ataupun DLH, itu kondisinya kurang layak. Kan bisa dimanfaatkan untuk kantor dinas tersebut,” jelasnya.

Sementara, anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Solo, Sugeng Riyanto mengaku, tidak ada anggaran khusus yang dialokasikan untuk pembuatan Museum Batik tahun depan.

“Kalau untuk APBD murni 2018 tidak ada alokasi untuk Museum Batik. Mungkin bisa di (APBD) Perubahan 2018 mendatang. Tapi, harus dimatangkan terlebih dahulu,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge