0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tim Gabungan Gelar Razia PKL di Solo, Ini Hasilnya

Tim gabungan tengah menggelar razia bangunan PKL di Solo (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Tim razia ketertiban dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perdagangan (Disdag) Solo menemukan satu buah cafe dan toko mebel interior yang menggunakan trotoar dalam menggelar dagangannya. Hal ini ditemukan saat tim gabungan menggelar razia bangunan permanen Pedagang Kaki Lima (PKL), Senin (23/10).

“Kita minta barang-barangnya untuk dipindahkan dari areal trotoar. Selain itu kita minta dibongkar bangunan yang memayungi trotoar, sebab ini kan milik masyarakat umum, jangan sampai digunakan untuk keuntungan pribadi,” tegas Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Solo, Agus Siswanto.

Pihaknya juga menemukan 12 PKL yang menggunakan bangunan permanen di sepanjang Jl Ronggowarsito, atau tepatnya di depan RS PKU Muhammadiah Solo. Mereka diminta untuk memboogkar bangunannya, dengan dibantu pihak Satpol PP.

“Sudah kita sosialisasikan, karenanya tadi kita datang beberapa sudah dibongkar. Kita bantu juga untuk membongkarnya. Karena sesuai target kita pada 2018 nanti kita semua PKL tidak boleh menggunakan bangunan permanen, semua harus pakai sistem bongkar pasang,” katanya.

Dikatakan, Satpol PP dan Disdag mengedepankan dialog dalam penertiban pedagang. Sebelum dibongkar, pedagang biasanya diundang ke Satpol PP untuk diberikan pengarahan. Setelah itu berikan surat peringatan berturut hingga 3 kali.

“Baru setelah semua proses itu kita lewati, baru kita eksekusi. Sistem persuasif ini terbukti lebih efektif dalam penertiban dan tidak menimbulkan dampak yang merusak,” tambahnya.

Sementara Kabid PKL Dinas Perdagangan, Didik Anggono mengatakan pihaknya terus berupaya untuk melakukan penataan terhadap PKL. Upaya tersebut dilakukan dengan memasukkan PKL ke dalam pasar maupun shelter PKL.

“Kita upayakan bisa tertib semua, kita masukkan ke pasar atau shelter, kalau tidak mau ya tetap kita tertibkan, boleh berdagang asal sesuai aturan,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge