0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

642 Lulusan IAIN Surakarta Diwisuda

Saat Berlangsung Wisuda Sarjana dan Magister ke-36 tahun 2017 (foto: Tyo Eka)

Sukoharjo – Sebanyak 642 lulusan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta diwisuda di Auditorium Kampus IAIN Surakarta, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (21/10). Lulusan diwisuda Rektor IAIN Surakarta, Dr. Mudhofir Abdullah pada acara Wisuda Sarjana dan Magister ke-36 tahun 2017.

“Ke-642 wisudawan berasal dari Program Pascasarjana/Magister (S2) sebanyak 48 orang dan Program Sarjana (S1) sebanyak 564 orang,” ungkap Ketua Panitia Wisuda, Abdul Matin Bin Salman.

Program S1, menurut Matin, berasal dari empat fakultas, yaitu Ushuluddin dan Dakwah sebanyak 67 orang, Syariah sebanyak 32 orang, Ilmu Tarbiyah dan Keguruan sebanyak 346 orang, dan Ekonomi dan Bisnis Islam sebanyak 144 orang. Dari Program Pascasarjana terdiri atas Program Studi (Prodi) Manajemen Keuangan Syariah sebanyak 13 orang, Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir sebanyak 2 orang, dan Prodi Manajemen Pendidikan Islam sebanyak 33 orang.

“Dalam wisuda periode kali ini terdapat 143 wisudawan yang meraih predikat cumlaude atau dengan pujian,” jelasnya.

Wisudawan cumlaude terbaik dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, menurut Matin, diraih Anisa Ratna Ayu Kunriasari dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,88. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam diraih Lusi Fatmawati dari Prodi Akuntansi Syariah dengan IPK 3,68.

Fakultas Syariah diraih Fatimah Az Zahro dari Prodi Hukum Keluarga Islam dengan IPK 3,62. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah diraih Khoirun Nisa Dwi Marlina dari Prodi Bimbingan Konseling Islam dengan IPK 3,58, dan dari Program Pascasarjana diraih Galih Abdi Nugraha dari Prodi Manajemen Pendidikan Islam dengan IPK 3,78.

Pada kesempatan itu, Rektor IAIN Surakarta menyatakan, generasi muda muslim di perguruan tinggi memperoleh mandat untuk meneruskan kejayaan Islam di masa lalu untuk masa kini dan mendatang.

“Ini merupakan sebuah mandat yang sangat berat dan memerlukan kerja sama yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam konteks kebangsaan, kata Mudhofir, Islam perlu menjadi garda depan dalam mendorong pembangunan, persatuan, dan kesatuan. Peran tersebut penting ketika generasi muda muslim Indonesia kini sedang dalam tarikan ideologi-ideologi dunia yang bersifat transnasional.

Menurut Rektor IAIN Surakarta, menjadi muslim yang baik haruslah juga menjadi warga negara yang baik. Kesadaran itu akan menentukan stabilitas politik, sosial, budaya. Stabilitas masa depan bangsa sangat bergantung pada stabilitas kehidupan intra dan antaragama.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge