0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Minimal 30 Persen Lahan, Ruang Terbuka Hijau Kurang

Peragaan busana daur ulang pada Festival Kota Hijau Klaten (timlo.net/a wijaya)

Klaten – Taman yang terletak di Dukuh Gergunung, Kelurahan Gergunung, Klaten Utara, Jumat (20/10) dipenuhi ratusan orang. Mereka memeriahkan Festival Kota Hijau 2017 sebagai dukungan Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) di taman yang lebih dikenal sebutan Hutan Kota Gergunung tersebut.

“Festival Kota Hijau kita kemas dengan kegiatan jalan sehat, pameran industri kerajinan, hingga fashion show berbahan busana daur ulang yang melibatkan sekitar 300 peserta,” kata ketua panitia, Wahyu Haryadi, Jumat (20/10).

Dikatakan, pencanangan menuju Klaten Kota Hijau diperlukan 8 komponen. Di antaranya, perancangan kota yang ramah lingkungan, ketersediaan ruang terbuka hijau, konsumsi energi yang efisien, pengelolaan air yang efektif, pengelolaan sampah ramah lingkungan, bangunan hijau, penerapan transportasi berkelaunjutan dan peningkatan peran masyarakat sebagai komunitas hijau.

Ditanya ketersediaan ruang terbuka hijau di Klaten, Wahyu mengaku, baru mencapai 25 persen. Sedangkan sesuai Undang Undang (UU) Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang mensyaratkan ruang terbuka hijau pada wilayah kota paling sedikit 30 persen dari luas wilayah kota.

“Ketersediaan ruang terbuka hijau di Klaten masih kurang 5 persen. Maka Pemkab menerapkan kebijakan setiap pengembang perumahan wajib menyediakan ruag terbuka hijau sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi menambahkan, daya dukung P2KH di Klaten melibatkan masyarakat dan komunitas- komunitas. Sehingga target 30 persen ruang terbuka hijau diharapkan segera terlaksana.

“Ada sekitar 3.500 relawan, 1.000 srikandi sungai dan komunitas lain yang siap mensukseskan dan mewujudkan program Klaten Kota Hijau,” tambahnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge