0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pertanian di Jateng Semakin Terpinggirkan?

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Pertanian di Jawa Tengah dinilai semakin terpinggirkan atau marginalisasi. Sehingga, pemerintah perlu melakukan tindakan-tindakan strategis pada pertanian.

Hal ini terlihat dari jumlah petani di Jawa Tengah yang terus turun. Pemuda desa yang meninggalkan pertanian dan lebih memilih urbanisasi, dan minimnya dukungan pasca panen yang membuat petani mendapati kenyataan jatuhnya harga komoditas justru saat panen raya tiba.

“Di Jawa Tengah, pertanian menjadi hal agak mencemaskan. Pertanian mengalami marginalisasi, padahal kita butuh pasokan pangan yang cukup” kata Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jumat (20/10).

Menurutnya, dibutuhkan kebijakan strategis pada pertanian untuk menyelesaikan masalah ini. Seperti perlunya akses lembaga keuangan dan support pasca panen.

Selain itu, penelitian terapan dan riset belum dihargai. Sudut pandang terhadap pertanian, masih belum bergeser dari paradigma awal kemerdekaan yakni mencukupi kebutuhan sandang pangan. Padahal, saat ini Indonesia telah memiliki banyak ilmuwan pertanian dan tenaga-tenaga ahli pertanian namun sayang tak mendapat tempat.

“Saat ini yang terjadi, penelitian dan riset belum dihargai. Saya kira yang dibutuhkan adalah pelopor-pelopor,” imbuhnya.

[azz]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge