0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Majelis Hakim Putus Bebas Tiga Terdakwa Kasus Graha Safira

Sidang di Pengadilan Negeri Sukoharjo (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sukoharjo sidang kasus pidana penutupan jalan di Perumahan Graha Safira I, Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban memutus bebas kepada tiga terdakwa. Dalam amar putusannya, Majelis Hakim menyatakan, sesuai UU RI nomor 38/2004 tentang jalan, jalan harus dibuktikan secara fisik, serta dari keterangan saksi ahli yang melemahkan gugatan Jaksa Penutut Umum.

“Kita sudah menerima putusan dari Pengadilan Negeri Sukoharjo tertanggal 18/10/2017 yang menyatakan ketiga terdakwa bebas murni. Langkah selanjutnya, masih ada satu kali  tujuh hari untuk JPU mengajukan kasasi atau menerima putusan Majelis Hakim,” kata Kuasa Hukum terdakwa, Muhamamd Badrus Zaman, Kamis (19/10).

Ketiga terdkwa, Dwi Atmoko, Ahmad Fathoni dan Umar Salim didakwa telah melakukan penutupan akses jalan perumahan Graha Safira II dengan menggunakan bambu. Namun demikian, ketiganya merngaku tidak merasa bersalah, akrena yang mereka tutup adalah tembok perumahan yang dijebol sepihak oleh pihak pengembang.

Dari keterangan saksi-saksi dan fakta persidangan yang ada, terdakwa yang merupakan ketua, sekretris dan bendahara Paguyuban masayarakat Perumahan Graha Safira I tidak terbukti melanggar pasal 63, UU RI Nomor 38/2004 tentang Jalan. Selain tidak bisa dibuktikan secara fisik jalan yang menjadi obyek pidana, juga adanya keterangan saksi yang  tidak mengetahui fakta hukumnya.

“Kasus ini bermula dari niat pengembang menggabung perumahan Graha Safira I dengan Graha Safira II yang menggunakan satu akses masuk di Perum Graha Safira I. Kasus berkembang akhirnya pihak pengembang melaporkan ke polisi, dan akhirnya sampai putusan pengadilan yang membesakan terdakwa,” tandasnya.

Dalam amar putusan, Majelis Hakim menyatakan, membebaskan para terdakwa dengan menyatakan memberikan putusan bebas. Mengembalikan harkat dan martabat para terdakwa, dan membebankan biaya perkara kepada negara.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge