0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Bahayanya Bila Ibu Makan Plasenta Bayi

Memijat bayi. (Dok: Timlo.net/ parents.com)

Timlo.net—Sebuah penelitian baru mengungkap jika infeksi bisa menjadi efek samping berbahaya bila ibu makan plasenta setelah bayi lahir. Makan plasenta atau ari-ari, jaringan yang ditolak tubuh setelah kelahiran adalah sebuah tren selama beberapa tahun ini. Apalagi selebritis seperti January Jones dan Kourtney Kardashian mempromosikannya.

Dikatakan memakan ari-ari bisa memberikan manfaat kesehatan. Plasenta bahkan disebut sebagai makanan super. Akan tetapi, penelitian yang diterbitkan dalam the American Journal of Obstetrics and Gynaecology mengungkap jika makan plasenta tidak memberikan manfaat kesehatan.

Terlebih lagi, para ilmuwan memperingatkan ibu jika mereka bisa menularkan infeksi berbahaya pada bayi mereka bila makan plasenta, tulis express.co.uk. Penemuan ini muncul setelah semakin banyak wanita di Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang meminta plasenta bayi mereka.

Plasenta dipercaya memiliki nutrisi dan hormon yang tinggi. Bila mengkonsumsinya, para ibu bisa menambah produksi air susu ibu (ASI), bertambah kuat dan pulih lebih cepat setelah melahirkan. Ari-ari juga dipercaya menolong ibu melawan depresi.

Akan tetapi, tidak ada satupun dari hal ini terbukti secara ilmiah. “Secara medis, plasenta adalah produk limbah,” ujar Alex Farr, seorang ginekolog dari the Medical University of Vienna.

“Kebanyakan makhluk mamalia memakan plasenta mereka setelah melahirkan, tapi kita hanya bisa menebak kenapa mereka melakukannya. Karena plasenta secara genetis adalah bagian dari bayi yang baru lahir, makan plasenta bisa diartikan sebagai kanibalisme,” tambahnya.

Dia menambahkan jika nutrisi seperti zat besi, selenium, dan zinc dalam plasenta jumlahnya tidaklah cukup besar untuk memberikan manfaat kesehatan. Akan tetapi, dalam ari-ari terdapat logam berat dalam jumlah besar. Logam itu menumpuk selama kehamilan, dan bisa menimbulkan resiko kesehatan. Sebagai tambahan, karena plasenta yang dikonsumsi biasanya dalam bentuk kapsul, ada resiko infeksi. Pada Juni 2017, Centre for Disease Control and Prevention (CDC) AS mengungkap jika ibu yang makan kapsul plasenta bisa menginfeksi bayi dengan keracunan darah yang mengancam jiwa.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge