0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Janji Bisa Gandakan Uang, Korban Tertipu Rp 2,8 Miliar

Sugiyono (50), warga Desa Karangsentul Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga ditangkap polisi karena diduga melakukan penipuan dengan modus menggandakan uang. (merdeka.com)

Timlo.net – Sugiyono (50), warga Desa Karangsentul Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga ditangkap polisi karena diduga melakukan penipuan dengan modus menggandakan uang. Akibat ulah pelaku, korban berinisial YP, warga Bale Endah Bandung mengalami kerugian hingga Rp 2,8 miliar.

Kapolres Cilacap, AKBP Djoko Julianto, kasus ini terungkap setelah YP membuat laporan ke polisi. Pada YP, Sugiyono menjanjikan uang yang dimiliki korban bisa dia gandakan. Saat itu, YP memberikan uang 150 juta. Dijanjikan uanganya menjadi Rp 1,8 miliar.

“Pelaku dengan kata-kata manis mempengaruhi korban yang saat itu sedang mengalami masalah keuangan karena usahanya yang lagi bermasalah,” kata Djoko di Mapolres Cilacap, Rabu (18/10).

Korban pertama kali memberikan uang untuk digandakan di indekos pelaku di Jl Dr Sutomo, Cilacap. Korban sempat diajak pelaku melakukan ritual menggandakan uang dengan menarik uang karomah. Ritual yang dilakukan menyembelih kambing serta bacaan wiritan yang diajarkan oleh pelaku.

“Untuk meyakinkan, korban sempat diajak ke kamar ritual dan diperlihatkan tumpukan uang pecahan mainan Rp 100.000 di dalam peti,” jelasnya.

Setelah korban men-transfer uang hingga total Rp 2,8 miliar, nyatanya uang karomah atau uang hasil penggandaan yang dijanjikan olek pelaku tidak kunjung datang. Merasa tertipu, korban melapor.

Pelaku ditangkap pada hari Senin (16/1 0) di sebuah rumah kontrakan di Desa Pucung Kidul Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap. Di rumah tersebut, ditemukan ruang atau kamar tempat ritual. Ditemukan pula peti terbungkus kain warna putih berisi uang mainan tertata di atas triplek kayu.

Petugas berhasil menyita 2 pucuk senjata jenis soft gun dan beberapa lembar rekening bank dari kontrakan pelaku. Ada pula peralatan ritual seperti jenglot dan minyak wangi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku di jerat dengan pasal 378 kuhp dan pasal 372 kuhp tentang penipuan pengelapan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

[lia]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge