0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penjual Sate Ditangkap Usai Dapat Kiriman Ganja

ilustrasi borgol (merdeka.com)

Timlo.net – Seorang penjual sate asal Sumbawa NTT, berinisial HH (38), ditangkap di Bali karena membawa 5 kg ganja. Barang haram tersebut dikirim dari Sumatera Utara.

Kabid Berantas BNNP Bali, AKBP I Ketut Arta mengatakan, kronologi tertangkapnya HH, berawal dari adanya informasi pihak BNNP Sumatera Utara, ada upaya pengiriman paket ganja melalui pos. Dari informasi itu, petugas menyatroni sejumlah kantor penerimaan paket pengiriman dalam beberapa hari.

Begitu mendapat kabar jenis barang kiriman yang diinformasikan, petugas langsung menunggu pengambil jenis paket diduga berisi ganja. Paket itu jatuh di sebuah jasa pengiriman wilayah Jalan Teuku Umar Denpasar, Selasa (17/10).

“Saat pelaku mengambil barang tersebut, kita buntuti hingga di jalan menuju Pura Demak Denpasar. Saat kita ringkus dan geledah, ternyata benar kalau berisi ganja yang disimpan dalam Casing CPU Computer. Total ada 5 bungkus dari kertas yang dililit dengan lakban, satu bungkusan masing-masing satu kilogram ganja, jadi total ada lima kilogram ganja,” ucap Ketut Arta di Kantor BNNP Bali.

Saat dilakukan interograsi, pelaku yang setiap hari mengaku bekerja sebagai pedagang sate ini mengambil paket itu ditugaskan oleh kawannya di Lombok NTB berinisial WA. Ia pun mengaku tidak tahu isi paket yang dibawa adalah ganja.

“Pelaku mengaku tidak dibayar oleh kawannya, hanya diganti ongkos transportasi dan dari pengakuan pelaku bahwa ia hanya mengambil barang tersebut dan selanjutnya dikirim lagi lewat jalur darat ke kawannya yang berinisial WA itu,” terangnya.

Ia juga membenarkan jika HH terus berkelit bahwa sama sekali tidak isi dari paketan itu berupa ganja. Bahkan HH meyakinkan kalau diminta mengambil CPU Komputer tanpa tahu isinya.

“Kemungkinan besar Ganja ini akan diedarkan di Lombok dan Bali hanya jadi tempat transit saja. Soal pengakuan dari HH akan kita buktikan kebenarannya dalam pengembangan penyidikan,” ujar Ketut Arta.

Untuk semantara ini, pelaku diancam pasal 114 Ayat 2 pasal 111 ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2009, dengan ancaman hukuman seumur hidup atau pidana mati.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge