0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Anak Djoko Susilo Minta Hibah KPK ke Pemkot Dibatalkan

​Kuasa hukum Poppy Femialya, Hawit Guritno (jas abu-abu) memberi keterangan kepada wartawan, Selasa (17/10)​ (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Kuasa hukum anak mantan Kakorlantas Djoko Susilo, Poppy Femialya meminta agar penyerahan rumah sitaan  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Sondakan, Laweyan kepada Pemerintah Kota Solo dibatalkan. Mereka mengklaim rumah yang kini ditaksir bernilai Rp 49 miliar itu didapatkan secara sah.

“Kami minta penyerahan ditangguhkan atau bahkan dibatalkan,” kata pengacara Poppy, Hawit Guritno, Selasa (17/10).

Ia menerangkan, rumah tersebut dibeli Poppy Femialya secara tunai senilai Rp 5,5 miliar pada tahun 2007. Lima tahun sebelum terungkapnya tindak pidana korupsi Simulator SIM oleh mantan Kakorlantas Djoko Susilo di tahun 2012.

“Artinya, aset ini tidak ada sangkut pautnya dengan tindak pidana tersebut,” kata dia.

Ia mengimbau agar semua pihak tidak tergesa melangkah. Hal itu ia maksudkan agar tidak terjadi kerumitan hukum di kemudian hari. Terlebih, saat ini proses hukum soal status lahan dan bangunan bergaya Eropa-Jawa itu masih berjalan di tingkat banding.

“Mari kita sama-sama hormati proses hukum yang berlangsung. Apapun hasilnya nanti kita serahkan (kepada keputusan hakim),” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, rumah yang disita dari Djoko Susilo tahun 2014 itu saat ini masih berperkara di tingkat banding. Poppy menggugat penyitaan tersebut di pengadilan negeri Surakarta dan dinyatakan kalah. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses banding di Pengadilan Tinggi Jawa Tengah.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge