0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pantau Gunung Agung, Drone Gagal Mencapai Kawah

DRone pantau Gunung Agung Bali (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Kabid Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, PVMBG Kementerian ESDM, I Gede Suantika, akan mencoba kembali untuk pengambilan rekaman dengan drone ke kawah Gunung Agung, Bali Selasa (17/10).

Diakui, pengambilan gambar kawah melalui kamera canggih yang didatangkan dari  Jakarta   selama ini belum mendapatkan rekaman yang jelas.

Kata dia, pengambilan gambar menggunakan drone yang sebelumnya gagal. Tetapi dirinya akan coba lagi.

“Rekaman drone itu harus mampu mencapai kawah dan merekam gambar kondisi kawah. Jika tidak nanti kita akan pasang alat sensor emisi gas. Karena sampai saat ini kita belum bisa memantau perubahan kawah,” kata Gede Suantika, di Karangasem Bali.

Menurutnya, sudah terekam adanya gempa tremor non-harmonik. Artinya gempa-gempa yang selama ini terekam menunjukan jika sistem di bawah itu sudah begitu hancur.

“Kemungkinan dorongan-dorongan dari magma ini sudah mulai ada yang mengalir. Itulah ciri-ciri dari gempa tremor non-harmonik,” kata dia.

Kata dia, gempa tremor non-harmonik yang terekam seismograf ini durasinya masih pendek, yakni kurang dari dua menit dan bahkan sejak kemarin tremor tersebut tidak lagi terekam.

“Jadi gempa tremor non-harmonik ini saya rasa belum cukup lah untuk menimbulkan erupsi. Sebaliknya letusan akan terjadi jika tremornya terjadi dengan durasi cukup lama sambung menyambung minimal dua jam,” bebernya.

Namun diyakininya, dari pengamatan sejak dua hari lalu, pihaknya melihat adanya penurunan frekuensi kegempaan kendati masih maksimum di atasnya.

Pihaknya masih menunggu hingga gempa itu tidak ada. Atau background gempa di Gunung Agung itu sudah tidak ada untuk kemudian memutuskan penurunan status Gunung Agung dari level awas. [rnd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge