0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Widyantoro Dijatuhi Sanksi

PSSI Dinilai Langgar HAM

Wakil CEO Persis Solo Dedi M Lawe dan Manajer Klub Damar Pranoto (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo — Klub Persis Solo bertekad melakukan perlawanan terhadap induk organisasi sepak bola Indonesia yakni PSSI. Hal itu tak lepas dari sanksi kontroversial yang dijatuhkan Komisi disiplin PSSI kepada pelatih kepala Persis, Widyantoro.

Pria yang akrab disapa Wiwid ini dijatuhi hukuman berat yakni larangan berkecimpung di dunia sepak bola Indonesia selama 12 bulan dan denda Rp 100 juta. Widyantoro didakwa melakukan penyerangan terhadap perangkat pertandingan saat Persis melawan Cilegon United di babak 16 besar.

Sikap yang diambil manajemen Persis pun melakukan perlawanan dengan melayangkan banding serta bentuk koreksi untuk komdis PSSI. “Keputusan yang sangat tidak adil dari PSSI menonaktifkan pelatih kami Widyantoro. Kami sudah mengajukan banding per hari ini, sebagai perlawanan dari pelatih maupun ofisial kami yang terkena sanksi,” ungkap wakil CEO Persis, Dedi M Lawe, Senin (16/10) siang.

“Kami menyampaikan keberatan, harus ada status quo dari Komdis PSSI. Karena Keputusan sanksi tersebut kami anggap salah. Tidak ada dasar hukumnya seperti perbuatan suap. Hal ini nanti juga bisa menjadi pembelajaran bagi Komdis untuk harus berhati-hati lagi dalam menjatuhkan sanksi,” imbuhnya.

Pihak manajemen Persis masih mempertahankan Widyantoro sebagai nahkoda tim. Hanya saja, di tengah masa hukumannya, Persis menunjuk pelatih senior Freddy Muli sebagai pengganti sementara. Menurut Dedi, PSSI sebagai organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia, juga telah melanggar hak asasi manusia dengan hukuman tanpa dasar kepada Widyantoro.

“Kami mengistirahatkan sementara pelatih Widyantoro. Karena pelatih dalam  pengawasan oleh PSSI atas sanksi itu. Sanksi dari PSSI tersebut juga melanggar hak asasi manusia. Karena pekerjaan Widyantoro adalah pelatih sepak bola, dan sekarang dilarang melatih karena pekerjaannya, berarti mereka telah melanggar HAM,” tandas Dedi Lawe.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge