0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gara-Gara Minuman Energi, Kepala Pria Ini Berlubang

Minuman energi. ()

Timlo.net—Seorang ayah baru dikabarkan berjuang untuk hidup setelah konsumsi minuman berenergi menyebabkan dia terlibat kecelakaan. Karena kecelakaan itu, ada lubang di dalam kepalanya. Situs AOL memberitakan tentang seorang wanita bernama Brianna yang menulis pengalaman yang menimpa suaminya Austin dalam akun Facebooknya. Tulisannya itu menjelaskan perjuangan keluarganya setelah kecelakaan. Sayangnya tulisan itu sudah dihapus.

Saat itu Brianna mengandung anak pertamanya dan usia kehamilan memasuki bulan kesembilan. Dia menerima panggilan telepon yang mengatakan Austin mengalami kecelakaan dan berada di rumah sakit. Dia menderita pendarahan otak.

Para dokter berkata jika tidak ada jejak alkohol atau obat terlarang. Mereka kemudian mengkonfirmasi jika konsumsi minuman energi yang berlebihan yang menyebabkan Austin mengalami kondisi itu. Briana berkata kebiasaan Austin meminum minuman energi karena jam kerjanya panjang dan perjalanan rumah ke tempat kerja juga jauh. Walaupun tidak dijelaskan, melihat dari foto-foto yang diunggah Briana, sepertinya tengkorak Austin diangkat selama operasi.

Saat Brianna melahirkan putera pertamanya, Austin masih dirawat di rumah sakit. Austin bangun untuk pertama kalinya sejak kecelakaan saat puteranya lahir. “Saya merencanakan Austin menjadi bagian dari momen besar ini. Berada di samping saya. Memegang tangan saya. Berada di sana untuk memotong tali pusar. Berada di sana untuk menyambut kedatangan putera kami ke dunia. Hal ini tidak terasa benar..Tapi keajaiban indah terjadi,” tulisnya.

Austin akhirnya berhasil melihat puteranya dua bulan setelah kelahirannya. Dia juga diizinkan pulang. “Hidup kami tidaklah normal. Ada kunjungan ke dokter dan rumah sakit—begitu banyak hingga saya tidak bisa menghitungnya lagi. Tapi kami di sini. Berjuang. Saya bangun setiap hari untuk merawat putera kecil kami yang indah dan suami saya. Saya menyiapkan sarapan, melakukan terapi fisik, terapi bicara dan terapi okupasional. Saya menolong dia menjaga kebersihan diri. Saya menolong dia berjalan. Saya menolongnya dalam setiap aspek kehidupannya. Dan di antara tugas-tugas itu saya harus merawat putera kami yang berusia 8 bulan. Hal ini berat dan saya lelah, tapi kami menikmati setiap momennya. Dia bukanlah pria yang sama yang saya dulu saya cintai, tapi saya masih tetap jatuh cinta lebih dalam lagi setiap harinya. Kami berjuang untuk menolongnya pulih. Untuk membuat hidupnya lebih baik. Suatu hari kami akan sampai di sana. Hingga saat itu, saya tidak akan menyerah terhadap dirinya. Karena cinta itu tidak mementingkan diri sendir dan saya mencintainya lebih dari hidup saya sendiri,” terang Brianna.

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge