0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terjaring Razia, 17 Pelajar Dihukum Menyanyi

Para pelajar terjaring razia. Membolos saat jam sekolah (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Sebanyak 17 pelajar terpaksa digelandang ke Polsek Gemolong. Pasalnya mereka terjaring razia penyakit masyarakat (Pekat) saat nongkrong di sejumlah warnet, game online dan playstation saat jam sekolah. Menariknya, mereka dihukum untuk menyanyikan lagu-lagu nasional dan mengucap Pancasila.

“Para pelajar itu kita beri pembinaan. Kita minta menyanyikan lagu-lagu kebangsaan dan mengucapkan Pancasila,” kata Kapolsek Gemolong, AKP Supadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, Jumat (13/10).

Razia pelajar digelar bersama antara Polsek Gemolong dengan Satpol PP. Petugas gabungan ini menyisir sejumlah warnet dan tempat game online yang selama ini memang kerap dijadikan mangkal pelajar yang membolos sekolah.

Dari razia tersebut berhasil dijaring sebanyak 17 pelajar SMA/SMK. Mereka  langsung digelandang ke Mapolsek Gemolong untuk diberi pembinaan.

Menurut AKP Supadi, razia pekat dilakukan berkala. Razia dilakukan karena banyaknya keluhan orang tua siswa dan guru yang menyatakan anak-anaknya tidak sampai di sekolah dan justru nongkrong di tempat game online.

17 Pelajar tersebut dijaring di dua tempat, yaitu Warnet QoreNet, Dukuh Sidomulyo, Kelurahan  Ngembatpadas, Gemolong didapati lima pelajar yang sedang main game online. Kemudian area Kios Pasar Baru Gemolong juga diamankan 12 pelajar yang sedang bermain playstasion saat jam pelajaran.

“Selain kita hukum untuk mengucap Pancasila, mereka juga diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi,” terangnya.

Supadi menambahkan, razia akan terus dilakukan. Pihaknya menghimbau ke pengelola warnet untuk memasang tulisan, “Jam Sekolah Dilarang Main Game dan Masuk Warnet”.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge