0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ternak Milik Pengungsi Gunung Agung Kekurangan Pakan

Hewan ternak milik pengungsi Gunung Agung, Bali (merdeka.com)

Timlo.net – Banyak hewan ternak yang ditinggal pengungsi Gunung Agung, Bali, kekurangan makanan. Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri, mengatakan petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Abang melaporkan soal kekurangan bahan pakan ternak. Serta, minimnya ketersediaan air untuk minum ternak.

“Karena ini baru dibuat, jadi banyak yang dibutuhkan dan saya lihat pos pengungsian ternak ini semuanya masih darurat. Ini dibangun atas bantuan masyarakat di sini termasuk terpal untuk atap baru kemarin datang,” ujarnya, Jumat (13/10).

Guna mengatasi kekurangan pakan ternak, dia mengimbau masyarakat yang tengah panen padi untuk memberikan jeraminya ke posko pengungsian agar diolah menjadi pakan ternak.

Petugas PPL Kecamatan Abang, I Nyoman Tinta, mengatakan ada sebanyak 104 ekor sapi yang dititipkan pengungsi di lokasi ini. Sapi yang dititipkan di posko ini merupakan milik pengungsi dari Kecamatan Kubu dan Abang bagian atas yang masuk zona merah.

“Saat ini pos penitipan ternak ini masih kekurangan suplai air untuk minum ternak termasuk minimnya pasokan pakan ternak,” tegasnya.

Untuk pakan, Nyoman berharap adanya sumbangan. Seperti diketahui, PT Japfa Comfeed Indonesia menjadi salah satu donatur untuk pengungsi Gunung Agung.

Japfa berencana mengirimkan bantuan 74 ton pakan ternak. Bantuan akan masuk melalui dermaga di Karangasem, Bali.

PR Manajer PT Japfa Comfeed Indonesia, Agus Mulyono, mengatakan 74 ton bantuan pakan ternak untuk pengungsi Gunung Agung Bali akan dikirimkan secara bertahap. Saat ini, sudah terkirim sebanyak 24 ton pakan ternak.

“Senin, kami kirim lagi 40 ton. Posisinya di Tanah Ampo,” kata Agus.

Dia berharap bantuan ini bisa segera disebar oleh petugas posko setempat.

“Di sana, pakan kan harus tempat kering, kalau lembab akan kurang bagus. Karena ini kan bentuknya pelet. Kemaren sudah di terima salah satu posko yang masuk dalam 24 ton,” jelasnya.

[sau]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge