0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

“Save” THR Sriwedari, Dewan Desak Pemkot Ambil Kebijakan

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Solo, Supriyanto, (dok.timlo.net/red)

Solo —  Tutupnya Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari dan belum dipastikan lokasi kepindahannya memantik perhatian kalangan legislatif. Meski kepemilikan dan pengelolaan dipegang oleh pihak swasta, namun tak dapat dipungkiri jika THR telah lekat dihati rakyat dan menjadi ikon di Kota Bengawan.

“Tentu saja sangat disayangkan. THR merupakan tujuan hiburan bagi rakyat menengah bawah di Kota Solo. Seharusnya ada kebijakan dari Pemkot meski pengelolaan THR itu milik swasta,” terang Sekretaris Komisi II DPRD Kota Solo, Supriyanto, Jumat (13/10) siang.

Dalam hal ini, kata Supriyanto, seharusnya Pemkot Solo memperhatikan aspek sosiologis terkait keberadaan THR. Tak cuma berpijak pada regulasi semata.

Di sisi lain, biaya sewa yang mahal yang diterapkan Pemkot jika THR pindah ke Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) juga menjadi permasalahan khusus. Hendaknya, Pemkot meringankan biaya sewa agar taman hiburan tersebut kembali bisa dinikmatik oleh masyarakat kalangan bawah di Kota Solo.

“Walikota seharusnya bisa meringankan harga sewa, kalau sewanya segitu (Rp 600 juta/bulan-red) ya jelas tak mampu. Lha wong pendapatannya di bawahnya (Rp 400 juta). Intinya, Pemkot harus ada tindakan menyelamatkan THR. Save THR,” tegas politisi Partai Demokrat tersebut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge