0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

THR Sriwedari Tutup, Rp 500 Juta/Bulan Potensi Ekonomi Hilang

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Solo, Yosca Herman Sudrajad (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyayangkan tutupnya Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari. Pasalnya wahana hiburan di tengah kota itu merupakan salah satu penyumbang pendapatan yang cukup besar dari sektor hiburan umum.

“Dihitung-hitung, kita kehilangan sampai Rp 500 juta – Rp 600 juta per bulan,” kata Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Solo, Yosca Herman Sudrajad, Jumat (13/10).

Sekilas, angka tersebut terdengar fantastis. Namun Yosca menjelaskan, nilai yang ia sebutkan merupakan total bangkitan ekonomi yang timbul karena adanya THR Sriwedari. Termasuk di antaranya parkir, Pedagang Kaki Lima (PKL), dan kelompok-kelompok musik yang berkesempatan tampil di sana.

“Bicara ekonomi, kita harus perhitungkan juga efek dominonya,” kata Yosca.

Ia menambahkan, Pemkot sudah berusaha mempertahankan THR Sriwedari tetap beroperasi di Solo dengan menawarkan lahan di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ). Bahkan Pemkot telah membuka peluang potongan pajak hingga 30 persen. Namun pihak THR Sriwedari masih keberatan.

“Mau bagaimana lagi? Memang aturannya seperti itu,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Direktur Utama THR Sriwedari, Sinyo Sujarkasi  memutuskan untuk menutup usaha hiburannya per 4 Desember. Penutupan wahana hiburan yang sudah 32 tahun beroperasi itu terpaksa dilakukan lantaran pihak manajemen tidak mampu memenuhi syarat yang ditetapkan Pemkot.

“Kita keberatan dengan nilai sewa yang terlalu tinggi,” kata Sinyo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge