0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

THR Sriwedari Kukut, ini Tawaran Walikota

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menanggapi dingin permasalahan gulung tikarnya THR Sriwedari. Dia bahkan tidak memepermasalahkan potensi kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari lokasi hiburan yang sudah beroperasi 32 tahun tersebut.

Lha wong itu kan perusahaan, tutup ya tidak apa-apa,” papar pria yang akrab disapa Rudy tersebut, Kamis (12/10) malam.

“Siapa yang bilang kekehilangan PAD banyak, enggak. Sewanya saja kan hanya Rp 38 juta. Kan memang akan ada penataan kawasan, dan di situ mau dibangun masjid,” imbuhnya.

Lebih lanjut Rudy menanggapi keluhan THR tentang harga sewa di lokasi Jurug yang dianggap terlalu tinggi.

“Kalau di Jurug, itu kan ada aturannya, sewanya. Ada aturan Perdanya. Boleh dimanfaatkan. Kalau keberatan, boleh minta keringanan,” kata Walikota.

Meski begitu, Rudy menjelaskan bahwa dirinya tidak bisa mengurangi biaya pemanfaatan lahan. Dirinya menawarkan bantuan berupa pengurangan pajak hiburan hingga 30 persen.

“Tapi jangan ngarani, minta dikurangi 50 persen. Ya tidak bisa, kan ada aturannya biaya pemanfaatan lahan. Kalau pajak hiburan, nanti bisa kita bantu, tapi ya 30 persen. Aturannya seperti itu,” ujarnya.

Seperti diberitakan, THR Sriwedari akan berhenti beroperasi pada Desember 2017 mendatang. Pihak pemilik menghentikan operasional lokasi hiburan itu, sebab kontrak sewa lahan di Sriwedari sudah habis waktunya. Pemilik THR juga tidak akan memindahkan ke lokasi baru di Jurug, lantaran biaya sewa yang terlalu tinggi, yakni Rp 600 juta per bulan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge