0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

RUU Ekonomi Kreatif Tidak Untuk Membatasi Kreativitas

​Ketua Komisi X DPR RI, Djoko Udjianto​+ (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengklarifikasi soal Rancangan Undang-undang (RUU) Ekonomi Kreatif. Sebagian kalangan menilai Indonesia tidak memerlukan RUU yang masuk Program Legislasi Nasional 2015-2019 itu.

“Jangan salah. UU ini kita susun untuk memayungi. Bukan membatasi. Kreativitas tidak bisa dibatasi,” kata Ketua Komisi X DPR RI Djoko Udjianto, Kamis (12/10).

Politisi Partai Demokrat itu menyebutkan RUU itu nantinya akan disusun secara komprehensif. Bukannya membatasi kreatifitas pelakunya, RUU itu akan mengatur soal skema permodalan, perkreditan, hingga pemasaran bagi pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif.

“Kemudahan-kemudahan akan kita berikan. Persayaratan kredit harus sesederhana mungkin,” kata dia.

Dari berbagai pertemuan tim penyusun RUU Ekonomi Kreatif termasuk dengan pihak perbankan, performa kredit para pelaku ekonomi kreatif ternyata sangat bagus. Artinya, kemampuan dan kemauan mereka untuk membayar tergolong tinggi.

“Ini menandakan bahwa pengusaha-pengusaha kecil itu justru bertanggung jawab terhadap kewajiban-kewajiban hutangnya kepada pihak perbankan,” terangnya.

Ia juga mengatakan akan mengakomodasi masukan Pemkot Solo agar pengusaha kecil bisa berkiprah dalam proyek-proyek pemerintah.

Seperti pernah diberitakan, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo  kesal lantaran regulasi tidak memberi kesempatan bagi pengusaha kecil dan menengah untuk mengikuti proyek-proyek pengadaan barang maupun jasa dari pemerintah.

“Karena harus lelang. Padahal mereka tidak memenuhi kualifikasi untuk ikut lelang,” kata Rudy

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge