0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

THR Dalam Kenangan, THR Sriwedari Riwayatmu Kini (1)

THR Sriwedari Sempat Nyaris Batal Dibangun

Performance salah satu band pengisi Clasic Rock di THR Sriwedari. (Dok.Timlo.net)

Solo — Pria sepuh itu berdiri di atas Komidi Putar di salah satu sudut Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari. Pandangannya menerawang jauh. Entah apa yang ada di pikirannya saat itu. Yang jelas, beberapa menit sebelumnya ia baru saja mengumumkan usaha yang dipimpinnya selama 32 tahun terpaksa tutup.

“Dibilang kecewa, jelas kecewa. Tapi bagaimana lagi. Ini sudah regulasi,” tutur Sinyo Sujarkasi, Direktur Utama THR.

Kata-kata kecewa rasanya tak berlebihan. Pria 72 tahun itu sudah malang melintang di bisnis hiburan sejak tahun 1980-an. Tak kurang dari lima THR ia rintis di berbagai daerah. Surabaya, Solo, Semaran, Medan, dan Makassar yang saat itu masih bernama Ujung Pandang. Semuanya menyandang nama THR.

Dari lima daerah itu, THR di Solo sempat nyaris batal dibangun. Menurut kabar burung, warga Solo saat itu dikenal tak gampang mengeluarkan uang untuk senang-senang. Bukan karakteristik pasar yang cocok untuk pelaku bisnis hiburan.

“Tapi di sisi lain, orang Solo itu suka melekan (begadang), wedangan,” kenangnya.

Sinyo semakin yakin membuka bisnisnya mengingat secara historis Kawasan Sriwedari merupakan kawasan hiburan. Sejak jaman Pakubuwana X, Taman Sriwedari merupakan pusat kebudayaan dan hiburan rakyat. Di sana pernah berdiri panggung keroncong, kebun binatang, dan tobong-tobong Kethoprak serta wayang orang.

“Alhamdulillah, ternyata berhasil,” kata dia.

bersambung

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge