0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPR Kritik Operasi KPK Bawa Aparat Bersenjata

Bambang Soesatyo (merdeka.com)

Timlo.net – Kalangan DPR mengkritik aksi Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang membawa aparat bersenjata. Aparat pengamanan tersebut dinilai tidak wajar untuk seorang tersangka korupsi.

“Kemudian penggunaan aparat bersenjata untuk pengamanan pada waktu OTT tidak boleh berlebihan, kami lihat nanti kami tayangkan (video penangkapan Wali Kota Batu, Malang) bagaimana penggunaan senjata aparat seperti mau menangkap teroris memakai senjata lengkap,” ujar Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet), Kamis (12/9).

Bamsoet beranggapan, bahwa yang ditangkap itu seorang pejabat publik tidak mungkin memiliki senjata. Sehingga tidak perlu pengamanan yang ketat.

“Sedangkan yang ditangkap pejabat negara yang tidak mungkin punya pasukan bersenjata,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan akan memberikan arahan pada jajarannya untuk menggunakan senjata secara proporsional. Hal itu, kata Tito, juga akan dibicarakan dalam rapat bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan juga kejaksaan Senin (16/10) pekan depan.

“Nanti Senin ada Rakor (Rapat Koordinasi) yang lebih teknis antara Polri, Kejaksaan dan KPK sehingga akan ada nanti seperti apa harusnya koordinasi itu dilakukan di tataran bawah,” tandasnya.

[rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge