0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengikut Gerakan Anti Vaksin Sebabkan Wabah Penyakit?

Alat suntik. (dok: timlo.net/ metro.co.uk)

Timlo.net—Para peneliti menganalisa 1.789 kasus campak di Amerika antara 2001 hingga 2015. Mereka menemukan jika 70 persen penderita tidak pernah divaksin. Pengikut gerakan anti vaksin di negara itu menolak mengimunisasi anak mereka. Alasannya mereka percaya vaksin menyebabkan kondisi seperti autisme.

Campak adalah penyakit yang disebabkan virus dan gampang menular. Penyakit itu memiliki ancaman resiko komplikasi yang lebih tinggi untuk wanita hamil, anak kecil dan orang dengan daya tahan rendah. Jumlah kasus campak naik dari 0,28 kasus per satu juta orang pada 2001 menjadi 0,56 kasus per 1 juta orang pada 2015, ujar peneliti dilansir oleh Metro.co.uk. Orang yang divaksin bisa menderita campak, tapi resikonya lebih kecil.

“Penurunan insiden bersama usia, proporsi yang tinggi pada kasus tidak divaksin dan penurunan proporsi kasus divaksin walaupun naiknya tingkat vaksin menunjukkan jika kegagalan divaksin, bukan kegagalan kinerja vaksin, mungkin menjadi penyebab utama menyebarnya campak, menekankan pentingnya menjaga jangkauan vaksin tinggi,” ujar para peneliti. Campak umumnya menyebabkan demam, hidung berair, mata merah, tenggorokan gatal dan ruam kemerahan. Virus penyebab infeksi ini biasanya hilang dari tubuh dalam 14 hari. Tapi dalam kasus langka menyebar ke otak. Di sana, virus itu tidak aktif selama bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun.

 

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge