0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

THR Sriwedari Putuskan Berhenti Operasi

Manajemen THR Sriwedari memberi keterangan kepada wartawan saat jumpa pers di Caffee Sriwedari, Kamis (12/10) (foto: Rosyid)

Solo – Kota Solo bakal kehilangan salah satu ikonnya. Setelah berbulan-bulan berunding dengan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari akhirnya memutuskan untuk berhenti beroperasi. Wahana hiburan yang sudah beroperasi 32 tahun itu terpaksa tutup karena tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

“Kalau dibilang kecewa ya kecewa,” tutur Direktur Utama THR Sriwedari, Sinyo Sujarkasi saat jumpa pers di Cafe Sriwedari, di kawasan THR, Kamis (12/10).

Ia membeberkan Pemkot Solo mematok harga sewa lahan Rp 1.000 per meter persegi untuk satu hari. Dengan lahan seluas 2 hektar, THR Sriwedari harus membayar Rp 20 Juta per hari atau setara Rp 600 juta per bulan. Angka ini melonjak tajam dari sewa lahan di Sriwedari yang hanya dipatok Rp 38 Juta per bulan.

“Padahal penghasilan kita per hari hanya Rp 500 ribu,” kata dia.

Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No 4 tahun 2011 tentang pajak daerah, tiket masuk wahana hiburan seperti THR Sriwedari dikenai pajak 25 persen. Tak hanya itu, setiap wahana permainan masih dikenai pajak lagi sebesar 35 persen. Meski tinggi, Sinyo mengaku selama ini tak pernah bermasalah dengan pajak.

Mengenang masa kejayaan THR Sriwedari di masa lampau (foto: Ichsan Rosyid)

“Yang paling berat sebenarnya batasan sewa maksimal 4 tahun. Dan dari TSTJ tidak memberi jaminan bisa diperpanjang,” kata dia.

Untuk usaha dengan modal besar, periode sewa 4 tahun dirasa terlalu singkat. Apalagi dari pihak TSTJ tidak memberi jaminan THR Sriwedari bisa menjalankan usaha berkelanjutan di sana.

Meski dengan berat hati, Sinyo mengaku legawa dengan keputusannya menutup usahanya. Pasalnya, THR Sriwedari terpaksa berhenti beroperasi karena terganjal regulasi.

Kolam renang di THR Sriwedari yang mengering (foto: Ichsan Rosyid)

“Kita agak plong karena yang bikin nggak bisa itu regulasi. Regulasinya memang harus seperti itu, ya sudah,” tuturnya.

Kini THR Sriwedari tinggal menunggu waktu masa sewa di Sriwedari berakhir 31 Desember. Meski demikian, pihaknya akan berhenti beroperasi 4 Desember. Sisa masa sewa dimanfaatkan untuk membongkar wahana permainan.

Wahana THR Sriwedari tampak lengang (foto: Ichsan Rosyid)

Wahana THR Sriwedari tampak lengang (foto: Ichsan Rosyid)

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge