0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Empat Pemuda Gilir Dua Gadis Belasan Tahun

ilustrasi pemerkosaan (merdeka.com)

Timlo.net – Dua gadis asal Kecamatan Rangsang, Kabupaten Meranti, Riau, masing-masing berinisial Fr (16) dan Ay (16), mengaku diperkosa empat orang rekannya. Saat ini, keempat pelaku sudah diamankan.

“Keempat pelaku diserahkan ke polisi pada Senin (9/10) sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka di antaranya Na (22), Za (20), AS (29), dan MI (22), yang berdomisili tak jauh dari rumah korban,” kata Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP La Ode Proyek, Kamis (12/10).

Dikatakan La Ode, keempat pelaku memerkosa kedua korban secara bergiliran. ‎Kasus ini terungkap berawal dari Bripka Sahat yang menerima laporan melalui telepon dari Bripka Taufik, bahwa telah terjadi tindak pidana pemerkosaan di Desa Gemalasari.

“Atas laporan tersebut, enam orang anggota Polsek yang dipimpin Bripka Romi mendatangi TKP kemudian mendapati keterangan dari korban. Dari pengakuan kedua korban, mereka saat itu nongkrong di pelabuhan Desa Gemala Sari dan berjumpa dengan dua pelaku,” kata La Ode.

Seusai Maghrib, kedua korban diajak pergi memancing ikan. Selanjutnya karena situasi di lokasi banyak orang, mereka meninggalkan pelabuhan Desa Gemala Sari itu bersama salah satu pelaku dan pergi ke sebuah kedai.

Namun karena kedai yang dituju tutup, kedua korban diajak ke rumah salah satu pelaku inisial Na. Sesampainya di rumah Na, korban duduk dan mengecas handphone. Lalu kedua korban duduk santai di rumah.

Tak lama kemudian, salah satu pelaku langsung menerkam dan memperkosa korban. Pelaku lain pun ikut-ikutan melakukan hal yang sama. Kedua korban tak berdaya melawan karena kalah tenaga.

Usai melempiaskan nafsu bejatnya, para pelaku membiarkan kedua korban di rumah tersebut hingga akhirnya pulang ke rumah masing-masing. Mereka kemudian melaporkan kejadian yang dialami ke orang tua hingga berujung ke pihak polisi.

Keempat pelaku akhirnya diamankan warga sekitar dan diserahkan ke petugas. Saat ini para pelaku masih dilakukan pemeriksaan. Di samping itu, ada juga upaya mediasi dari para keluarga korban dan pelaku serta tokoh masyarakat setempat.

“Para pelaku saat ini kita tahan. Ada upaya mediasi dari tokoh masyarakat, keluarga korban dan pelaku, solusinya dinikahkan. Tapi ini pelakunya ada 4, bagaimana nantinya, itu yang masih dibicarakan,” kata La Ode.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge