0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ada Penampakan Saat Syuting “Pengabdi Setan”?

Rumah seram dalam film "Pengabdi Setan". (dok: timlo.net/ thejakartapost.com )

Timlo.net—Daur ulang film “Pengabdi Setan” rupanya menjadi proyek yang sangat ingin digarap oleh Joko Anwar. Dalam wawancara dengan The Jakarta Post, sutradara itu mengaku perlu waktu 10 tahun untuk menyakinkan rumah produksi Rapi Films untuk mendaur ulang film itu.

Setelah terpilih menjadi sutradara untuk film daur ulang itu, Joko mengungkapkan kesulitan yang dia alami saat syuting. Salah satunya adalah menemukan lokasi rumah. “Film itu bersetting pada 1980-an dan saya tidak bisa menemukan lokasi [yang cocok] di Jakarta,” ujarnya kepada The Jakarta Post.

Setelah dua bulan mencari, mereka menemukan rumah yang dianggap cocok. Rumah itu terlihat cukup baik di luar. Tapi menurut Joko, di dalamnya terlihat buruk dan sangat menyeramkan. “Saya baru-baru ini menemukan sebuah foto orang yang tidak dikenal [di dalam rumah]. Saya bertanya jika pada kru saya jika foto itu foto orang memakai kostum, mereka berkata ‘tidak’,” terangnya.

Joko lantas menunjukkan foto sosok tidak dikenal itu kepada The Jakarta Post. Sayangnya Joko tidak menjelaskan apakah foto itu adalah foto penampakan dari sekitar lokasi rumah.

“Rumah itu dimiliki seseorang di perkebunan tapi sudah ditinggalkan,” kata Joko Anwar selama tayang perdana film “Pengabdi Setan” September lalu. “Saat kami akhirnya menemukan rumah itu, kami bahkan tidak bisa berjalan di lantai karena sangat rapuh. Kami awalnya memutuskan mencari lokasi lain tapi akhirnya kembali ke rumah itu,” tambahnya. Setelah mencari selama sebulan, mereka tidak berhasil menemukan lokasi lain. Oleh karena itu, mereka kembali ke rumah itu. Kru film lalu merenovasi rumah itu selama 10 hari.

Diperlukan 18 hari untuk syuting film itu. Para kru dan pemain menghabiskan waktu 15 hari berada di rumah itu. Karena anggaran film itu tidak besar, mereka terburu-buru menyelesaikan syuting film. Beberapa kru film bahkan tinggal di dalam rumah.

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge