0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BBKPM Solo Ingin Jadi RS Paru Unggulan

Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta menggelar workshop (dok.timlo.net/tyo eka)

Timlo.net — Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta bekerjasama dengan Amalia Consulting  menggelar workshop untuk menghadapi transformasi tahun 2019, menjadi Rumah Sakit Paru unggulan kelas B di Indonesia. Workshop yang berlangsung selama dua hari Selasa – Rabu (10-11/10), diikuti 80 peserta mulai dari tenaga medis, fisioterapi, gizi, sekuriti sampai cleaning service.

“Tema yang diketengahkan adalah Membangun Team Building dan Pelayanan Prima Berbasis Kearifan Lokal dan Spiritual,” ungkap Direktur Amalia Consulting Suharno, saat bertemu Timlo.net, di Kampus Unisri Solo, Kamis (12/10).

Suharno yang juga dosen Unisri, mengatakan reputasi dan citra rumah sakit bisa rusak hanya akibat ulah satu atau dua oknum saja yang tidak melayani calon pasien, pasien maupun keluarga pasien dengan baik.

“Akibat ulah satu atau dua orang, nama rumah sakit bisa rusak di mata masyarakat yang berdampak kepada semua karyawan. Nilai setitik rusak susu sebelanga. Apalagi dalam era media sosial saat ini. Berita negatif menyebar dengan cepat dan pesat, menjadi viral di Facebook, Instagram, maupun grup WA. Untuk itu kita harus sadari, kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, namun kita harus membangun tim yang tangguh, saling tergantung dan saling mendukung,” paparnya.

Sementara itu, Kepala BBKPM Surakarta, dr Riskiyana S Putra MKes mengemukakan, workshop ini digelar dalam rangka untuk menghadapi perubahan lingkungan, khususnya menghadapi transformasi tahun 2019, BBKPM menjadi rumah sakit paru unggulan kelas B di Indonesia.

Menurut Riskiyana, pembangunan infrastruktur BBKPM selesai di tahun 2017. Tahun 2018 menyiapkan prasarana berupa tenaga medis seperti dokter spesialis dan profesi pendukung yang kompeten dan profesional.

Workshop ini salah satu tujuannya adalah menyiapkan SDM yang mampu dan mau membangun tim handal, sehingga seluruh pimpinan dan karyawan selalu memberikan pelayanan prima, baik kepada pelanggan internal yaitu sesama rekan kerja, serta pelanggan  eksternal yaitu masyarakat pengguna jasa,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge