0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Musim Tanam, Petani Kesulitan Cari Benih Jagung

Harga jagung makin mahal (dok.timlo.net/nanin)

Wonogiri – Memasuki musim tanam tahun ini, sebagian petani di Wonogiri memilih menanam jagung. Namun mereka mengeluhkan langkanya bibit jagung. Sebab, stok di tingkat pengecer sudah ludes. Kalaupun ada, harganya melambung tinggi.

“Harganya naik drastis dibanding dengan harga pada musim tanam sebelumnya,” beber Tarno petani asal Desa Jendi Kecamatan Girimarto, Rabu (11/10).

Untuk harga benih jagung varitas bisi dua atau tongkol dua, sebelumnya Rp 55 Ribu perkilogram, kini naik hingga Rp 65 Ribu. Sedangkan merk Pionerr yang dulunya Rp 75-80 Ribu kini menjadi Rp 95 Ribu perkilogram.

Sementara itu,Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri, Safuan mengatakan, kelangkaan serta kenaikan harga benih jagung karena dibutuhkan para petani di awal penghujan seperti sekarang ini. Meski demikian pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Sebab, benih tersebut barang bersubsidi dan bukan usaha pemerintah.

“Barang- barang itu kan murni usaha dari pihak swasta. Dan soal tata niaga benih jagung diserahkan pada mekanisme pasar. Kalau subsidi ada, tapi untuk tanaman padi saja,” ujarnya.

Sementara luasan lahan jagung di daerah Wonogiri tidak stabil. Hingga September lalu seluas 45.292 hektare dengan produksi (Januari sampai Agustus) lalu tercatat 237. 028 ton atau rata-rata 55, 62 kwintal per hektar.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge