0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Nekat Jual BPKB Mobil Milik Sahabat, Pria Ini Masuk Bui

Dwi Kurniawan, pelaku penipuan BPKB mobil (Humas Polres Wonogiri)

Wonogiri – Dwi Kurniawan (30) warga Pokoh RT 2/RW 4 Kelurahan Wonoboyo, Wonogiri tega menipu istri sahabatnya sendiri. BPKB mobil Honda Jazz milik korban nekat dijualnya untuk merenovasi rumah dan memenuhi kebutuhan hidup. Pelaku kini sudah ditangkap polisi dan meringkuk di ruang tahanan Mapolres Wonogiri.

”Pelaku ini dimintai tolong oleh suami korban, Bob Prabantoro, untuk mengurus proses balik nama mobil Honda Jazz AD 8573 BM milik korban. Semua surat-surat termasuk BPKB diserahkan kepada pelaku pada Maret 2017 lalu. Namun proses balik nama belum selesai, Bob Prabantoro kemudian meninggal dunia,” ungkap Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Muhamad Kariri mewakili Kapolres AKBP Muhammad Tora, Rabu (11/10).

Kasat menjelaskan, antara pelaku dan Bob Prabantoro sebelumnya sudah saling kenal bahkan seperti saudara. Sehingga Bob Prabantoro warga Jl Kartini RT 3/RW 11 Kelurahan Giripurwo percaya begitu saja kepada pelaku.

Kemudian, pada 7 Agustus, istri almarhum Bob Prabantoro yakni Widiastuti Nugroho (45) menanyakan keberadaan BPKB kendaraan tersebut. Namun pelaku memberikan jawaban berbelit. Bahkan pelaku menyebutkan bahwa BPKP tersebut sudah diserahkan kepada korban.

“Sepekan kemudian, pelaku ini datang lagi kerumah korban bersama anak, istri ibunya, bahkan beberapa rekannya. Pelaku mengakui proses balik nama BPKB itu sudah selesai dan sudah jadi berganti nopol AD 8553 YR. Ia juga mengakui telah menjual BPKB itu melalui situs jual beli online dan dibeli oleh orang Jatim seharga Rp 5,5 Juta,” kata dia.

Lantaran jengkel dengan ulah pelaku, kemudian korban melaporkan ke Mapolres Wonogiri. Mendapat laporan tersebut, tim resmob Polres Wonogiri langsung menangkap pelaku di rumahnya tanpa perlawanan.

Di hadapan penyidik, pelaku mengaki semua perbuatannya. Ia menyebut, BPKB Honda Jazz milik almarhum Bob Prabantoro dibeli oleh seseorang yang berdomisili di Jatim seharga Rp 17,5 Juta.

“Tapi uang itu sudah habis dipergunakan untuk renovasi rumah, dan mencukupi kebutuhan sehari- hari. Pelaku kita jerat pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan,” tandasanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge