0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bangunan Terlanjur Dibongkar, Revitalisasi Klewer Timur Terancam Batal

Kepala Dinas Perdagangan Solo, Subagyo (dok.timlo.net/red)

Solo — Pembangunan Pasar Klewer Timur berpotensi batal. Tiga bulan menjelang batas akhir penyelesaian, pembangunannya belum juga dimulai. Padahal proyek multimiliar rupiah itu didanai dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Perdagangan (Kemendag) 2017. Artinya dana harus dikembalikan ke kas negara bila tidak terpakai sampai akhir Desember. Belum tentu dana tersebut dianggarkan kembali di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 mendatang.

“Itu (mendapatkan anggaran untuk Klewer Timur di APBN 2018) perlu perjuangan,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Pemerintah Kota Solo, Subagio, Rabu (11/10).

Hal ini diperparah dengan bangunan Pasar Klewer Timur terlanjur dibongkar akhir September lalu. Subagio beralasan pembongkaran dilakukan dengan asumsi lelang proyek Klewer Timur berjalan lancar.

“Kita kan harus berpikir paralel. Asumsi saya lelang berjalan lancar. Makanya saya bongkar,” kata dia.

Dengan mempercepat pembongkaran bangunan Klewer Timur, Subagio berharap pemenang lelang bisa langsung bekerja. Dengan demikian, waktu yang sudah sangat mepet bisa dihemat. Ternyata lelang pertama yang dilaksanakan September lalu gagal total. Tak satupun perusahaan penyedia jasa konstruksi yang menjamah proyek senilai Rp 48 Miliar itu.

“Sekarang sudah masuk lelang kedua. Setahu saya belum ada yang daftar,” kata dia.

Lelang pembangunan Klewer Timur dibuka 5 Oktober lalu. Menurut jadwal, tenggat waktu pengiriman surat penawaran jatuh pada 17 Oktober. Subagio berharap dalam waktu yang tersisa ada kontraktor yang mau turut serta.

“Kita harus tetap optimis,” kata dia.

Pemkot mengandalkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 243 tahun 2015. Di situ diatur pembangunan fisik yang belum selesai sampai akhir tahun bisa diteruskan sampai 90 hari kalender melampaui tenggat waktu. Walaupun dipastikan harus membayar denda, Subagio mengaku pihaknya telah memperhitungkan besaran denda dalam nilai proyek.

“Dendanya tinggal dipotong saja dari nilai proyeknya,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge