0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Efek Gula Pada Otak Sama Dengan Efek Kokain

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net—Menurut penelitian baru, gula memiliki efek yang sama dengan obat terlarang seperti kokain terhadap otak. Oleh sebab itu orang susah melepaskan gula karena menimbulkan kecanduan. Selain itu bila orang berhenti mengkonsumsi gula, mereka juga mengalami gejala penarikan. Para peneliti bahkan berkata jika gula harus disebut sebagai “gateway drug”. Obat yang bisa menjadi pintu masuk untuk kecanduan obat terlarang.

“Data pada binatang telah menunjukkan tumpang tindih yang signifikan di antara konsumsi gula tambahan dan efek seperti obat, misalnya konsumsi berlebih, kecanduan, toleransi, penarikan, sensitisasi silang, toleransi silang, kebergantungan silang, penghargaan dan efek opioid,” tulis peneliti dilansir dari Indy100.com.

Penelitian itu diterbitkan pada the British Journal of Sports Medicine. Peneliti menyatakan jika gula bisa menjadi pintu masuk untuk alkohol dan zat adiktif lainnya. Gula, seperti halnya kokain dan opium, dihasilkan dari tanaman yang menghasilan butiran kristal putih. Proses ini menambah kandungan adiktif pada gula.

“Mengkonsumsi gula menghasilkan efek yang sama seperti kokain, mengubah mood, mungkin lewat kemampuannya untuk menimbulkan rasa penghargaan dan kesenangan, menyebabkan pencarian gula,” tambah peneliti.

Walaupun demikian, bukan berarti Anda perlu membuang makanan manis dan gula yang ada dalam rumah. Para peneliti lain menyebut penelitian ini konyol. Tom Sanders, emeritus professor nutrisi dan diet King’s College London berkata kepada the Guardian jika membandingkan kandungan adiktif gula pada obat keras adalah hal konyol.

“Walaupun benar jika menyukai hal-hal manis bisa membentuk kebiasaan tapi hal itu tidak adiktif seperti opium atau kokain. Orang-orang tidak mengalami gejala penarikan saat mereka mengurangi asupan gula,” katanya.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge