0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Simpan Sabu di Balik Celana Dalam, Tiga Orang Ditangkap

Ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Sebanyak tiga calon penumpang pesawat ditangkap karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu. Mereka menyimpan barang haram tersebut di balik celana dalamnya. Tiga orang, masing-masing berinisial ED (31), BH (44) dan RM (37) beserta barang bukti 1,5 kilogram sabu diamankan.

Polisi awalnya mencurigai, ED dan BH, yang terlihat gelisah saat akan menjalani pemeriksaan petugas aviation security (Avsec).

“Oleh petugas Avsec yang curiga, kedua calon penumpang itu, diperiksa menyeluruh,” kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Ade Yaya Suryana, Rabu (11/10).

“Kecurigaan petugas benar. Setelah digeledah, ditemukan total ada 18 bungkus di dalam celana dalam keduanya, yang dicurigai sebagai sabu,” ujar Ade.

ED dan BH, lantas dibawa ke ruang interogasi bandara, dan kemudian membuka bungkusan di dalam selangkangannya, didampingi personel Polres Tarakan. Benar saya, belakangan diketahui berisi sabu.

“Keduanya ini kemudian bilang, ada temannya juga yang sudah berhasil lolos pemeriksaan petugas, dan sudah berada di pesawat. Penumpang (atas nama RM), kita minta turun,” sebut Ade.

“RM ini kembali kita geledah, dan ditemukan bungkusan sabu lain, juga di dalam celana dalamnya. Jadi, ketiga orang ini, kemudian dibawa ke Polres Tarakan, dengan barang bukti total 1,5 kilogram sabu,” tambah Ade.

Dijelaskan Ade, dugaan kuat, sabu itu berasal dari negeri jiran Malaysia, yang juga berhasil lolos dari pemeriksaan ketat petugas.

“Karena letak geografis Tarakan itu berdekatan dengan Nunukan, dan perairan perbatasan Malaysia di Tawau,” ungkapnya.

“Dugaan itu kan juga berdasarkan dari rangkaian pengungkapan kasus sebelumnya, sabu dipasok dari Malaysia,” terang Ade.

Ketiga orang itu, kini meringkuk di penjara, dan polisi menjeratnya dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Semakin aparat memerangi narkoba, para pelaku narkoba itu semakin keras terus berupaya mengedarkan narkoba dengan ragam modus ya,” jelasnya lagi.

“Ada yang dengan cara ditelan, dan cara lainnya. Yang di Tarakan ini, disimpan di dalam celana dalam. Yang jelas, memerangi narkoba ini tidak boleh kendur,” jelas dia.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge