0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peneliti Temukan Rahasia Bau Durian

Buah durian (dok.timlonet/nanang rahadian)

Timlo.net—Sebagian orang tidak menyukai durian karena baunya. Tidak mengherankan jika si raja buah itu dilarang disajikan di tempat tertentu seperti kereta bawah tanah atau hotel. Tapi ada juga orang-orang yang menyukai durian dan beranggapan jika baunya harum. Biasanya para penyuka durian ini akan dijauhi setelah memakannya karena bau mulut mereka. Para peneliti Singapura akhirnya menemukan rahasia yang bisa menyelamatkan para pemakan durian. Para peneliti kanker itu telah memetakan genom durian. Mereka juga berhasil mengisolasi bau durian yang bagi sebagian orang tidak menyenangkan.

“Sebagai seorang ahli genetika,saya secara alami merasa penasaran tentang genom Durian—gen apa yang menyebabkan bau tajam itu? Bagaimana duri pada kulitnya tumbuh?” ujar Teh Bin Tean, wakil kepala the National Cancer Center Singapura dalam sebuah pernyataan dilansir oleh CNN.

Teh dan timnya memetakan kira-kira 46 ribu gen pada durian Musang King. Jumlahnya dua kali lipat jumlah gen manusia. Gen buah itu dilacak dari evolusinya sekitar 65 juta tahun lalu dari keluarga tanaman kakao. Tanaman itu adalah tanaman yang menghasilkan coklat.

Dengan membandingkan aktivitas gen dari berbagai bagian tanaman, mereka juga mengidentifikasi serangkaian gen, methionine gamma lyases (MGLs). Rangkaian gen itu yang mengontrol produksi senyawa sulfur tidak stabil (volatile sulfur compounds/ VSCs). VSCs itulah yang menyebabkan durian berbau tajam.

Penemuan ini memungkinkan peneliti menciptakan durian tanpa bau tajam di masa mendatang. “Analisa kami mengungkap produksi VSC pada buah durian sangat tinggi, itulah kenapa banyak orang berpendapat jika bau durian memiliki aspek sulfur,” ujar Patrick Tan, seorang profesor dari Duke-NUS Medical School dalam sebuah pernyataan.

Walaupun baunya membuat beberapa orang menjauh, tapi bau itu diperkirakan menarik binatang untuk memakan buahnya dan menyebar bijinya. Teh berkata temuan mereka bisa diterapkan pada jenis durian tertentu yang terancam punah karena kehilangan keberagaman hayati. “Pengurutan DNA oleh karena itu menjadi sebuah alat penting untuk melindungi informasi berharga yang terkandung pada tanaman menakjubkan dan penting ini,” katanya.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge