0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penerapan e-Retribusi, Hanya untuk Pedagang yang Punya Kios

Kepala Disperindag Sragen, Untung Sugihartono (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Tidak lama lagi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen bakal menerapkan pembayaran retribusi untuk pedagang pasar dengan sistem elektronik atau e-Retribusi. Penerapan ini hanya dikhususkan bagi pedagang yang mempunyai kios atau los.

“Kita akan lakukan pendataan dulu berdasarkan surat ijin pengguna kios atau los. Itu nanti sebagai dasar untuk menentukan besarnya retribusi. Nanti kita maping,” kata Kepala Disperindag Sragen, Untung Sugihartono, Selasa (10/10).

Sebelumnya, para pedagang terlebih dahulu akan dibuatkan Nomor Pokok Wajib Retribusi Daerah (NPWRD) sebagai dasar penarikan retribusi. Kalau sudah mendapat NPWRD tersebut pedagang bakal mendapat kartu yang bisa digunakan untuk pembayaran.

“Tapi kartu itu harus diisi dulu depositnya agar bisa digunakan. Jadi nanti setiap hari ada petugas penarik retribusi yang membawa alat khusus. Kartu itu ditempelkan pada alat tersebut,” terang Untung saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurut Untung dengan e-retribusi ini diyakini bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) antara 5 hingga 10 persen. Namun dia menampik kalau selama ini telah terjadi kebocoran PAD dari bidang retribusi.

Dia menjelaskan, dari 48 pasar yang ada di Kabupaten Sragen, sementara baru dua pasar yang akan diterapkan e-retribusi, yaitu Pasar Bunder dan Pasar Kota Sragen sebagai proyek percontohan. Jumlah pedagang Pasar Bunder sendiri ada sekitar 2.396 dan Pasar Kota sebanyak 1.602 pedagang yang memiliki kios/los.

“Yang kita tarik dengan e-retribusi adalah pedagang yang telah mempunyai kios atau los. Kalau untuk pedagang oprokan masih kita tarik dengan sistem manual,” jelasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge