0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Setelah Lima Tahun Dirantai, Wanto Akhirnya Dirawat di RSUD

Wanto tertidur lelap, saat menjalani perawatan dibangsal Dahlia, RSUD SMS Wonogiri (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri – Seorang pemuda asal Kecamatan Pracimantoro, Wanto (27) terpaksa harus dirantai di pergelangan kakinya selama lima tahun terakhir. Pasalnya, dia sering keluyuran dan mengamuk di jalanan. Hal ini dilakukan orang tuanya lantaran tidak ada biaya untuk pengobatan Wanto yang mengalami gangguan jiwa ini.

“Saat masuk ke sini pada Minggu (8/10) , kondisinya fisiknya baik, namun pasif dan tidak mau berkomunikasi. Dia menjalani perawatan oleh dokter spesialis kejiwaan,” ungkap Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Sudiran Mangun Soemarso, Wonogiri, Adi Dharma, Selasa(10/10).

Menurut dia, warga Dusun Bakalan RT 2/RW 14 Desa Gambirmanis menderita gangguan kejiwaan sejak kecil. Sejak lima tahun terakhir, Wanto terpaksa dirantai salah satu pergelangan kakinya. Selama ini Wanto hidup bersama ibu kandungnya, nenek serta lima orang adiknya.

Sementara untuk kebutuhan hidup sehari, ibu kandungnya yang berstatus janda ini menggantungkan dari hasil berjualan daun di pasar kecamatan setempat. Kini pemuda tersebut menjalani perawatan di bangsal Dahlia RSUD Sudiran Mangun Soemarso (SMS), Wonogiri.

“Berdasar keterangan dari ibu kandung pasien, ia dirantai karena sering keluyuran dan mengamuk. Pasien itu kerap dicemooh dan bahkan sering dipukuli oleh teman sebayanya. Ya, karena tak tega melihat perlakuan lingkungan sekitar maka terpaksa pasien ini dirantai,” kata dia.

Meski beringas perilakunya ketika diluar rumah, pasien tersebut tetap diperlakukan layaknya orang sehat. Bahkan, ibu kandungnya  yang setiap hari memandikan dan memberi makan.

“Sampai sekarang, ia ditemani ibunya di rumah sakit. Sudah bisa tidur dan makan minumnya pun baik,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge